Disnaker Mewanti-wanti Perusahaan di Depok Tidak PHK Karyawan

Disnaker Kota Depok melakukan monitoring ke perusahaan terkait penerapan PSBB, di PT Panasonic Industrial Components Indonesia, Sukamaju Baru, Tapos, Selasa (21/4/2020).(Diskominfo Kota Depok)

SUKAMAJU BARU-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mewanti-wanti perusahaan di wilayahnya agar tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Disnaker Kota Depok, Manto, ketika melakukan monitoring ke perusahaan terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di PT Panasonic Industrial Components Indonesia, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Selasa (21/4/2020).

Menurut Manto, keputusan PHK hanya akan menambah beban karyawan. Terutama, kata dia, terhadap kehidupan sosial dan ekonominya.

“Beberapa hari ini, kami melakukan monitoring ke perusahaan terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kami juga berpesan agar perusahaan tetap mempekerjakan karyawan dan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” ujarnya.

Sebagai solusinya, lanjut dia, perusahaan dapat melakukan  berbagai kesepakatan dengan karyawannya agar tetap mempekerjakan mereka.

“Kami tahu ini masa-masa sulit dan terpuruk bagi sebagian besar perusahaan. Karyawan masih bisa dipekerjakan dengan perjanjian yang disetujui kedua belah pihak. Misalnya, gaji dibayar 100 persen tetapi tidak ada uang lembur karena karyawan Work From Home (WFH) atau lain sebagainya,” terangnya.

Sedangkan Direktur PT Toa Galva Industries, Asep Saleh, mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mempekerjakan karyawan dengan gaji penuh. Sebagian bekerja dari rumah atau WFH dan sebagian lagi yang bekerja di bidang produksi agar tetap beroperasi.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mempekerjakan karyawan dengan sisa keuangan empat bulan ke belakang. Namun, jika keadaan tidak juga membaik, kami akan konsultasikan dengan pihak terkait. Intinya kami selalu libatkan Disnaker dan tidak mengambil keputusan gegabah,” tegasnya seperti dikutip depok.go.id.

(rdt/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here