Disikat Polisi, Rupanya Begini “Gaya Main” Curanmor di Depok

Komplotan curanmor berpistol saat beraksi di Depok beberapa tahun lalu. (DepokToday.com)
Komplotan curanmor berpistol saat beraksi di Depok beberapa tahun lalu. (DepokToday.com)

DepokToday- Polisi berhasil meringkus para pelaku yang kerap melakukan pencurian bermotor atau curanmor di sejumlah wilayah di Kota Depok. Dari kasus ini terungkap, komplotan itu hanya butuh waktu hitungan detik untuk menggasak motor korbannya.

Kepala Polres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar mengungkapkan, selama periode September dan Oktober 2021, pihaknya telah berhasil mengungkap enam kasus curanmor.

Baca Juga: Digulung Anak Buah Kombes Imran, Ternyata Ini Biang Kerok Tawuran Maut di Depok

Dari enam kasus tersebut, tiga kasus di antaranya pencurian dengan pemberatan dan tiga kasus lainnya pencurian dengan kekerasan, dalam hal ini membuat korbannya terluka.

“Kasusnya ada di Pancoran Mas, ada di Beji dan Sukmajaya. Kira-kira itu garis besarnya,” kata Imran pada awak media dikutip Jumat 5 November 2021.

Baca Juga: Saksi Kunci Ungkap Kecelakaan Maut yang Tewaskan Vanessa Angel dan Suami

Untuk kasus curanmor, lanjut Imran, modus operandi mereka rata-rata masih sama, yakni mengincar kendaraan yang ada diparkiran sepi dan menggunakan kunci T.

“Aksinya cuma dalam hitungan detik. Nggak lebih dari 30 detik,” jelasnya.

Daerah Rawan Curanmor di Depok

Polisi mengakui, hampir setiap wilayah di Kota Depok saat ini rawan kasus curanmor.

“Hampir merata di tiap wilayah Polsek terkait masalah curanmor. Semua kebagian. Sebagian besar curanmor kejadian di rumah arau parkiran kos-kosan,” timpal Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes.

Baca Juga: Cara Mudah Ketahui Jantung Bermasalah, Ini Solusi Tanpa Ribet

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk menekan ruang gerak para pelaku, pihaknya telah menyebar anggota reserse di sejumlah wilayah.

“Di internal reserse sendiri sudah saya bagi plotting untuk memperkuat jajaran Polsek di wilayah masing-masing dengan jam-jam tertentu yang memang dijadikan waktu bagi mereka melakukan curanmor,” katanya.

Baca Juga: Lagi, Perempuan Jadi Korban Pelecehan di Angkot Depok

Kemudian, kata Yogen, dari Resmob Polda Metro Jaya juga turut membantu penebalan pasukan di sejumlah wilayah yang dianggap rawan.

“Setiap malam kita kumpul. Memang inikan harusnya dilakukan dengan patroli berseragam. Ini juga sudah kita siapkan dari pihak polsek untuk melakukan patroli berseragam di daerah-daerah yang kita anggap rawan curanmor. Kos-kosan misalnya,” tuturnya.

“Kalau minimarket segala macam kan setelah tutup nggak ada aktivitas lagi. Nah di kos-kosan atau rumah-rumah itu yang rawan di atas jam 12 malam,” sambungnya. (rul/*)