Disebut Penyumbang Kasus Aktif Tertinggi, Satgas COVID-19 Depok: Pusat Kurang Peka

Juru bicara GTPPC Kota Depok Dadang Wihana saat melakukan pemantauan pos penyekatan di Jalan Raya Bogor, Selasa 25 Mei 2021. Dadang menyampaikan pasien klaster pertemuan sudah sembuh, (Depoktoday)
Juru bicara GTPPC Kota Depok Dadang Wihana saat melakukan pemantauan pos penyekatan di Jalan Raya Bogor, Selasa 25 Mei 2021. Dadang menyampaikan pasien klaster pertemuan sudah sembuh, (Depoktoday)

DepokToday – Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana menanggapi hasil rilis Satgas Pusat tentang posisi Depok sebagai penyumbang kasus aktif tertinggi di Indonesia. Dia mengatakan, hasil rilis pusat berbeda dengan yang dimiliki Satgas Depok. Hal tersebut menunjukan hasil gap data COVID-19 yang begitu tinggi antara pusat dan daerah.

Dadang menilai pusat tidak peka terhadap perbedaan data ini. “Dalam kasus kesembuhan terjadi gap 23.967 kasus, data di depok lebih banyak. Sehingga hal ini berpengaruh terhadap kasus aktif, dimana di Satgas Pusat 26.932 kasus sedangkan data di Satgas Depok 9.519 kasus, selisihnya 17.413 kasus,” kata dia kepada wartawan, pada Jumat, 6 Agustus 2021.

Perbedaan data hingga menjadikan Depok penyumbang kasus aktif tertinggi menurut dia, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah pusat dengan daerah.

“PR kita saat ini, ayo laksanakan rekonsiliasi data pusat dengan daerah, agar ada kesesuaian data. Karena data digunakan untuk perhitungan zonasi daerah dan kebijakan. Adapun data yang dirilis jubir satgas pusat kemarin adalah data yang belum mencerminkan data real di Kota Depok,” papar dia.

Kasus Aktif Tertinggi, Perbedaan Gap Sering Disampaikan

Kondisi perbedaan gap data COVID-19 ini padahal, sudah berkali-kali disampaikan pihaknya ke satgas pusat, tapi terus terulang.

“Kondisi ini sdh saya sampaikan berkali-kali kepada satgas pusat, bahkan dari tahun 2020, dan secara simultan juga kami membenahi delay data dari faskes dalam penginputan. Ini yang sedang berproses,” ungkap dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menyebut, Kota Depok adalah kota dengan penyumbang kasus aktif tertinggi di Indonesia.

Dengan memiliki 27.389 kasus aktif COVID-19, Kota Depok melampaui jauh kabupaten kota lainnya di Indonesia yang hanya tidak lebih dari 25 ribu kasus.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah masih ada 25,49 persen atau 131 kabupaten kota yang memiliki lebih dari 1000 kasus COVID-19,” kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis 5 Agustus 2021. Baca Selengkapnya Berita ini: Satgas COVID-19: Depok Penyumbang Kasus Aktif Tertinggi di Indonesia. (lala/*)