Disdukcapil Kota Depok Jemput Bola Bikin Identitas untuk Disabilitas

Salah satu penyandang disabilitas di Yayasan Pendidikan Luar Biasa, Kecamatan Beji sedang dilakukan perekaman KTP-el oleh Disdukcapil Kota Depok, Jumat 12 Agustus 2021. Foto: Dok. Disdukcapil Depok
Salah satu penyandang disabilitas di Yayasan Pendidikan Luar Biasa, Kecamatan Beji sedang dilakukan perekaman KTP-el oleh Disdukcapil Kota Depok, Jumat 12 Agustus 2021. Foto: Dok. Disdukcapil Depok

DepokToday – Pemerintah Kota Depok membuktikan komitmennya untuk menyetarakan hak para penyandang disabilitas yang hidup dan beraktifitas di Kota Belimbing ini.

Salah satu yang dilakukannya adalah dengan memberikan layanan jemput bola pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau KTP-el bagi penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Nuraeni Widayatti mengatakan, kepemilikan identitas yang sah merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia tak terkecuali bagi penyandang disabilitas.

“Layanan jemput bola ini sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan termasuk penyandang disabilitas,” kata Nuraeni dikonfirmasi, Jumat 13 Agustus 2021.

Nuraeni mengatakan, seperti yang dilakukan di Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Kecamatan Beji. Sebanyak, 31 penyandang disabilitas didata dan dibuatkan KTP-el.

“Kami jemput bola melakukan perekaman di sana, melayani 15 anak disabilitas, satu disabilitas dewasa, 11 Tuna Grahita, satu anak autis, satu anak down syndrome, satu tuna rungu dan satu tuna daksa,” kata Nuraeni.

Nuraeni mengatakan, dalam upaya jemput bola itu juga dapat diketahui secara langsung masalah terjadi di masyarakat utamanya soal kepemilikan identitas, misalnya di YPLB itu ditemukan dua penghuni panti yang tidak mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baca Juga: 7 Film Bertema Disabilitas Ini Cocok Juga Temani Akhir Pekan Kalian

“Penghuni yang masuk ke dalam Kartu Keluarga (KK) yayasan ada 36 orang. Kemudian juga ada yang telah meninggal dunia. Maka kami melayani juga pengajuan akta kematiannya, dan yang tidak memiliki NIK kita melakukan proses pengajuan biodata,” beber Nuraeni.

Lebih jauh Nuraeni mengatakan, layanan jemput bola ini merupakan tindak lanjut dari program layanan WhatsApp Komunitas yang diluncurkan Disdukcapil beberapa waktu yang lalu.

“Layanan dokumen kependudukan komunitas dibuat untuk yayasan, perkumpulan disalibilitas maupun perwakilan sekolah dan rumah sakit,” kata Nuraeni.

Ia menjelaskan, layanan komunitas merupakan upaya untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan utamanya yang ada di rumah singgah dan panti asuhan.

“Layanan komunitas dapat melayani pembuatan NIK, akta kelahiran, akta kematian dan cetak Kartu Identitas Anak (KIA). Kami telah menyiapkan layanan WhatsApp khusus di nomor 081285406066,” katanya.

Untuk bisa mendapatkan layanan WhatsApp komunitas ini, Nuraeni mengatakan, yayasan atau panti asuhan harus mengajukan perjanjian kersama dulu dengan Disdukcapil Kota Depok.

“Dan tentukan siapa admin komunitas dari yayasan atau panti (1 -2 org)  yang akan masuk dalam kontak layanan WA komunitas. Agar menghindari calo yang masuk di layanan ini,” kata dia. (ade/*)