Disdik Depok Targetkan 70 Persen Siswa Telah Divaksin Pada Oktober

Santri Pesantren Al-Hamidiyah Kota Depok divaksin.(Foto: DepokToday/Ahmad)
Santri Pesantren Al-Hamidiyah Kota Depok divaksin.(Foto: DepokToday/Ahmad)

DepokToday – Meski bukan sebagai syarat berjalannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), namun, program vaksinasi pelajar terus ditingkatkan oleh Dinas Pendidikan atau Disdik Kota Depok.

Mohamad Thamrin, Kepala Disdik Kota Depok mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 58.980 siswa SMP baik itu berasal dari negeri maupun swasta dapat menerima vaksin hingga Desember mendatang.

“Kita jaring siswa SMP  negeri dan swasta, yang usianya di atas 12 tahun, itu jumlah siswa SMP negeri dan swasta kurang lebih 58.980. yang sudah didata itu kita siapakan. Ini mudah-mudahan tercapai,” papar dia saat meninjau program vaksinasi pelajar di SMP 8, Kecamatan Cimanggis, pada Selasa 7 September 2021.

Sedangkan untuk saat ini, Thamrin mengatakan, 35 persen siswa telah menjalani vaksinasi. Namun, pada Oktober mendatang, pihaknya memiliki target jika 70 persen siswa SMP di Depok telah menjalani vakasinasi.

“Targetnya sampai dengan Desember sejumlah targetan kami harapkan dapat tercapai,” ucap Thamrin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok melakukan program vaksinasi kepada siswa SMP di sejumlah sekolah.

Baca Juga: Disdik Depok Akui Banyak Siswa Gagal Vaksin Karena Alasan Ini

Seperti kegiatan vaksinasi pelajar di SMP 8 yang ada di kawasan Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis pada Selasa. Kegiatan ini langsung dipantau oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohamad Thamrin.

Dia menyebutkan, dalam kegiatan ini ada 22 ribu siswa yang ditargetkan mendapat vaksin. Namun, dari targetan itu diperkirakan dia tidak akan mencapai angka tersebut. Sebab, dalam proses pelaksanaannya, ada sejumlah data siswa yang bukan berasal dari Depok.

Dalam kesempatan itu, Thamrin menyebutkan adanya sejumlah hambatan dalam proses kegiatan ini. Salah satunya persoalan data yang siswa yang divaksin. Persoalan ini menjadi evaluasi yang harus diselesaikan agar proses percepatan vaksinasi dapat lebih maksimal. (lala/*)