Disdik Depok Targetkan 18 Ribu Tenaga Pendidik Divaksin

Kadisdik Depok, M. Thamrin di dampingi Kabid Kesjas Korbrimob Kombespol Dr Djarot Wibowo (kanan) saat meninjau vaksinasi di SMPN 11 (Istimewa)

CIMANGGIS- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok sedang berupaya keras memenuhi berbagai persyaratan jelang diberlakukannya pembelajaran tatap muka. Salah satu syarat dari program itu adalah vaksinasi tenaga pendidik.

Untuk tenaga pendidik di Kota Depok, jumlah vaksin yang disiapkan sebanyak 18 ribu dosis. Penerimanya bukan hanya guru, tapi juga unsur TU, penjaga perpustakaan, hingga penjaga sekolah.

“Sampai saat ini yang sudah divaksin 3.500 orang, ditambah sekarang 2.000 orang, mudah-mudahan bisa di atas 5.500 orang pada hari ini,” kata Kepala Disdik Kota Depok, M. Thamrin saat ditemui di lokasi vaksinasi tenaga pendidik di SMPN 11 Depok pada Kamis 22 April 2021

Baca Juga: Intel Jaksa Sebut Dugaan Korupsi Damkar Makin Terang

Program ini (vaksinasi), bakal dilakukan secara bertahap, berkerjasama dengan TNI, Polri dan Rumah Sakit Bhayangkara Brimob.

“Insya Allah tahap dua di wilayah tengah itu kita rencanakan di SMPN 2. Kemudian di wilayah barat juga kita cari sekolah di sana sampai dengan paling lambat di akhir Juni ini 18 ribu orang tercapai semua,” katanya

Thamrin menjelaskan, jika 70 persen guru sudah menjalani vaksinasi, maka kegiatan belajar tatap muka dapat dilakukan.

“Makanya dalam rangka persiapan, kita minta persiapan tenaga pendidiknya, kesiapan sekolah. Kesiapan orang tua murid juga,” ujarnya

Kegiatan belajar tatap muka di sekolah, tidak wajib. Artinya orang tua bisa saja menolak jika dirasa kegiatan itu tidak aman.

“Nah, kami akan menyebarkan angket ke orang tua untuk kesediaan tatap muka atau tidak. Jadi kalau orang tuanya khawatir kita juga tidak bisa mengizinkan anak melakukan tatap muka.”

Lebih lanjut Thamrin mengatakan, selain wajib mematuhi protokol kesehatan, Disdik juga mengatur mekanisme pelaksanaan tatap muka.

“Karena ruang terbatas jadi tatap muka hanya dua kali dalam se-Minggu, sisanya daring (online).”

Ia berharap, orang tua aktif menyiapkan berbagai keperluan terkait protokol kesehatan ketika anak mengikuti sekolah tatap muka.

“Jadi anak-anak itu tidak diperkenankan keluar main atau istirahat. Selama empat jam pelajaran itu berada di dalam kelas, bawa bekal minum sendiri. Anak tidak kita harapkan berkeliaran di luar ruangan,” ujarnya

Untuk kegiatan ekstrakulikuler, sementara ini belum diperbolehkan. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here