Disdik Depok Akui Banyak Siswa Gagal Vaksin Karena Alasan Ini

Kepala Disdik Depok Mohmad Thamrin. (Foto: DepokToday)
Kepala Disdik Depok Mohmad Thamrin. (Foto: DepokToday)

DepokToday – Dinas Pendidikan atau Disdik Kota Depok melakukan program vaksinasi kepada siswa SMP di sejumlah sekolah atau gebyar vaksinasi pelajar (Ge-SIP).

Seperti kegiatan vaksinasi pelajar di SMP 8 di kawasan Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis pada Selasa. Kegiatan ini langsung dipantau oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohamad Thamrin.

Dia menyebutkan, dalam kegiatan hasil kerjasama Disdik Depok bersama RS Bhayangkara dan Dinkes Kota Depok ini ada 22 ribu siswa yang ditargetkan mendapat vaksin. Namun, dari targetan itu diperkirakan dia tidak akan mencapai angka tersebut. Sebab, dalam proses pelaksanaannya, ada sejumlah data siswa yang bukan berasal dari Depok.

Dalam kesempatan itu, Thamrin menyebutkan adanya sejumlah hambatan dalam proses kegiatan ini. Salah satunya persoalan data yang siswa yang divaksin. Persoalan ini menjadi evaluasi yang harus diselesaikan agar proses percepatan vaksinasi dapat lebih maksimal.

“Ya vaksinasi pelajar ini kita harapkan kita  sisir jangan sampai anak 12 tahun ke atas belum divaksin, sehingga kami bekerjasama dengan Rumah Sakit Brimob dan Dinkes melaksanakan gebyar vaksin ini,”

Disdik Depok Sampaikan Hambatan

Baca Juga: Menteri Jokowi Puji Inovasi Pemkot Depok yang Dongkrak UMKM

“Ini sulit juga, anak-anak kemarin daftar, sudah daftar di sekolah ternyata kita tunggu ternyata tidak datang, ada yang datang ternyata NIK-nya bukan depok,” papar Thamrin di lokasi vaksinasi.

Pihak sekolah kata dia, juga harus memberikan data yang valid tentang siswa, sebab, data ini menjadi acuan dalam pelaksanaan vaksin. Selain itu, vaksinasi yang terpusat itu juga menjadi kendala bagi siswa yang berada di lokasi jauh dari tempat pelaksanaan vaksin.

“Input data itu kan di awal, begitu diinput ternyata anak ini belum 12 tahun ada yang penyintas ada juga KK orang tuanya masih Jakarta. Seperti ini di daerah perbatasan, seperti ini. Itu kendalanya, perlu kami evaluasi kembali kalau memang domisilinya belum pindah, pasca domisilinya enam bulan itu harus ganti domisili penduduknya,” sebut dia.(lala/*)