Dirugikan SSA, Banjir Jadi Masalah Klasik Kota Depok

Banjir di Jalan Margonda beberapa waktu lalu (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Sistem Satu Arah (SSA) yang menjadi kebijakan Wali Kota Depok, Mohammad Idris untuk mengurai kemacetan di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim dan Dewi Sartika kembali menuai kritik.

Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok, Babai Suhaimi, sejak Idris menjabat, tidak ada infrastruktur baru yang dibangun di kota ini.

“Yang ada SSA tapi nyusahin pedagang kecil. Saya minta hapus itu SSA di Jalan Arif Rahman Hakim dan Dewi Sartika. Jalan tidak terbangun, enggak ada sejak jaman Pak Idris,” katanya pada Selasa 3 Novmebre 2020

Disisi lain, pembangunan untuk perumahan luar biasa. “Baik rumah yang ijinnya legal maupun ilegal. Maka lihat pertumbuhan penduduk. Ini berimbas pada pertumbuhan volume kendaraan,” ujarnya

Menarik Lainnya: Ironi Kesehatan Warga Depok, Hanya Punya Satu RSUD

Selain itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menyinggung penanganan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kota Depok.

“Ini luar biasa, di Jalan Margonda saja contohnya. Padahal anggaran untuk Margonda besar, miliaran, tapi banjir bukan surut malah makin sering,” ujarnya

Dari sisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dikeluarkan sesuai janji kampnye wali kota, menurut Babai tidak sejalan dengan program yang dituangkan dalam pelaksanaan lima tahun terakhir ini.

“Sangat tidak sepadan. Artinya gagal dari sisi fakta lapangan maupun laporan pertanggungjawaban. Kalau saya nilai ya nilainya lima, nilai merah,” ujarnya

Babai menegaskan, Depok memiliki banyak ahli dibidangnya masing-masing dan sayangnya itu tidak diberdayakan secara maksimal.

“Jadi saya katakan, dan saya yakin masyarakat Depok yang mengerti fungsi wali kota bagaimana birokrasi. Aparatur pemerintah Depok hebat, tapi ketika pimpinannya tidak bagus maka aparaturnya disayangkan.” (rul/*)