Dirjen PAUD Dikdasmen : 30 Persen Sekolah Sudah PTM Terbatas

Ilustrasi Sekolah PAUD (Istimewa)

JAKARTA – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah atau Dirjen PAUD Dikdasmen, Jumeri mengungkapkan, sudah ada sekitar 30 persen sekolah yang telah menyelenggarakan metode PTM terbatas, dan hasilnya aman.

Baca Juga : Kemendikbudristek Minta Pelaksnaan PTM Terbatas Tetap Hati-hati

Jumeri mengatakan, data itu didapat dari hasil evaluasi yang diselenggarakan pihaknya melalui unit pelaksana teknis (UPT) di daerah pada tahun 2020.

“Sekitar 30 persen sekolah telah menyelenggarakan metode PTM terbatas dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” kata Jumeri melalui keterangan resminya, Rabu 9 Juni 2021.

Baca Juga : Dirjen PAUD Dikdasmen Tetap Bolehkan Orang Tua Lakukan PJJ

“Pelaksanaannya dinilai aman dan menjadi praktik baik yang bisa dicontoh sekolah-sekolah yang sedang melakukan persiapan penyelenggaraan PTM terbatas,” tambahnya.

Jumeri berharap, kedepan semakin banyak sekolah yang menyelenggarakan PTM terbatas, namun dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keselematan.

“Sebagian besar orang tua, kemudian sekolah-sekolah itu sudah ingin PTM, dan kurang lebih 60 persen (sekolah) sudah siap untuk PTM,” kata Jumeri.

PTM Terbatas Perhatikan Aspek Ini

Jumeri mengatakan, jika mengikuti anjuran pemerintah, orang tua tidak perlu khawatir terhadap anaknya jika harus melakukan PTM terbatas.

Karena pertimbangan utama penyelenggaraan PTM terbatas adalah keselamatan, kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan serta upaya mengurangi dampak negatif pandemi terhadap psikologi perkembangan anak dan terjadinya learning loss.

“Karena mereka hanya sedikit jumlah murid yang datang ke sekolah, terbatas, kemudian ada memanfaatkan ruang terbuka di luar untuk mengajar, kemudian ada guru kunjung,” kata Jumeri.

Baca Juga : Disdik Depok Tunggu Hasil Sekolah Percontohan Sebelum PTM

“Berangsur-angsur akan terus kita dorong untuk mempersiapkan diri, untuk melengkapi dokumen-dokumen kemudian sarpras, sistem, SOP, budaya untuk siap menyelenggarakan PTM terbatas,” pungkas Jumeri. (ade/*)