Dipenjara Sejak 2019, Dua WNI Ini Ternyata Tak Bersalah

WNI yang dinyatakan bebas oleh Pengadilan Hong Kong. (Foto: Istimewa)

DEPOK- Dua orang warga negara Indonesia atau WNI yang dituduh membawa narkotika akhirnya dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Hong Kong.

Mereka, DD dan HH dinyatakan tak bersalah setelah ditangkap pada Juni 2019, lalu.

Dilansir dari menlu.go.id, pada Selasa 6 Juli 2021, kedua WNI berinisial DD dan HH itu dibekuk polisi setempat ketika tiba di Bandara Internasional Hong Kong pada Juni 2019. Mereka dituduh membawa barang terlarang jenis narkotika.

Tak tinggal diam, Indonesia melalui melalui KJRI Hong Kong, kemudian melakukan pendampingan hukum, mulai dari awal kedua orang tersebut tertangkap hingga melalui berbagai persidangan yang berlangsung secara maraton sampai Juni 2021.

Baca Juga: Kisah Anton Medan Loloskan Napi yang Dihukum Mati di Malaysia Melalui Sepucuk Surat

Selama masa tahanan, KJRI Hong Kong pastikan kedua WNI tersebut mendapatkan hak-hak hukumnya.

Mereka menyampaikan rasa harunya kepada KJRI Hong Kong yang telah mendampingi hingga akhirnya diputus bebas.

Kronologi WNI Ditangkap

Kasus ini diawali pada kedatangan yang bersangkutan di bandara Internasional Hong Kong pada Juni 2019 atas undangan kerabatnya untuk membawakan oleh-oleh dari kampung halaman dan dijanjikan akan diberi upah atas jerih payahnya itu.

Namun apes, setibanya di bandara mereka ditangkap oleh pihak Bea Cukai Hong Kong karena diduga membawa barang terlarang. Keduanya kemudian ditahan di rumah tahanan wanita.

Pertimbangan Hakim

Pada proses persidangan akhir, hakim menganggap bahwa tidak ada bukti langsung bahwa kedua terdakwa mengetahui bahwa barang yang dibawa adalah barang terlarang, sehingga dinyatakan kedua terdakwa tidak bersalah.

Selain itu, salah satu terdakwa berada dalam kondisi hamil saat memasuki Hongkong pada Juni 2019, yang sekarang sudah melahirkan anaknya ketika di dalam tahanan Tai Lam Center for Women.

Hal ini menjadi salah satu pertimbangan hakim dan juri bahwa tidak mungkin jika ia sebelumnya mengetahui isi koper tersebut.

Koordinasi dan komunikasi erat terus dilakukan dengan berbagai pihak termasuk WNI terkait demi memastikan kondisi keselamatan dan proses hukum yang dijalani.

Terkait hal itu, KJRI Hong Kong senantiasa mengimbau kepada seluruh WNI agar berhati-hati sehingga kejadian yang sama tidak menimpa yang lainnya dan waspada terhadap modus penipuan.

Selesai pembacaan putusan, mereka langsung diproses untuk bebas dan direncanakan akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat ini. (rul/*)