Dinsos Depok Minta Penanganan Manusia Silver Lintas Dinas

Manusia silver yang tengah menjalani rehabilitasi di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinas Sosial Kota Depok, Rabu 6 Oktober 2021. (DEPOKTODAY/Ade)
Manusia silver yang tengah menjalani rehabilitasi di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinas Sosial Kota Depok, Rabu 6 Oktober 2021. (DEPOKTODAY/Ade)

DepokToday – Fenomena manusia silver belakangan sedang marak. Selain kehadirannya yang mengganggu ketertiban umum, praktik dugaan eksploitasi anak juga menjadi problem.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Depok, Nita Ita Hernita menyebut, hampir setiap manusia silver yang di rehabilitasi olehnya masih berusia anak. Banyak diantaranya bahkan anak putus sekolah yang terhimpit kebutuhan ekonomi.

“Atas dasar itu makanya mereka mengemis dengan berdandan silver, saya sebutnya pengemis silver,” kata Nita, Rabu 6 Oktober 2021.

Nita mengatakan, banyak diantara mereka yang menjalani rehabilitasi di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) milik Dinas Sosial Kota Depok mengaku, alasannya menjadi pengemis silver hanya karena putus sekolah dan mencari penghasilan tambahan.

“Ini harus menjadi perhatian semua pihak, lintas dinas,” kata Nita.

Baca Juga: Lima Manusia Silver Terjaring Razia Pol PP Depok Saat Sedang Beroperasi

Peran Dinas Pendidikan dan Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok menjadi penting dalam mengentaskan persoalan itu.

“Kita harus mencari solusi agar para anak-anak ini tidak turun lagi ke jalan,” kata Nita.

Lebih jauh Nita mengatakan, sebagai bentuk rehabilitasinya, Dinas Sosial pun telah menggandeng Kementerian Sosial untuk bersama menangani permasalahan ini. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Panti Asuhan Pangudi Luhur dan Balai Mulya Jaya.

“Setiap anak yang ditindaklanjuti ke balai dan panti, akan diberdayakan untuk menunjang keberhasilan proses tahapan rehabilitasi anak jalanan termasuk pengemis silver,” kata Nita.

Baca Juga: Viral, Pensiunan Polri Jadi Manusia Silver, Pengakuannya Bikin Elus Dada

Nita mengatakan, fenomena pengemis silver ini tidak bisa dianggap sederhana hanya dengan ditangkap dan direhabilitasi. Perlu ada upaya komprehensif agar persoalannya dapat diselesaikan secara tuntas.

“Bagaimana bisa merubah profesi mereka ke arah yang positif, berdagang atau berkarya misalnya, tidak mengemis di jalan,” kata Nita.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali mengamankan lima manusia silver saat mengadakan razia Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Selasa 5 Oktober 2021 kemarin.

Para manusia silver itu pun kini tengah menjalani rehabilitasi di RPS milik Dinas Sosial Kota Depok. (ade/*)