Dinkes Sebut 10 Warga Depok yang Mudik Positif COVID-19

Kepala Dinkes Depok, dokter Novarita (Depoktoday.hops.id)
Kepala Dinkes Depok, dokter Novarita (Depoktoday.hops.id)

DEPOK- Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Depok mencatat, sekira 742 pemudik yang kembali ke kota ini telah menjalani pemeriksaan swab atau rapid test antigen. Dari data tersebut, 10 orang di antaranya reaktif COVID-19.

“Iya dari 742 orang yang diperiksa 10 yang positif,” kata Kepala Dinkes Kota Depok, dokter Novarita, Kamis 20 Mei 2021.

Untuk penanganan selanjutnya, pada mereka yang dinyatakan reaktif diminta melakukan isolasi mandiri. Namun jika bergejala dibawa ke rumah sakit rujukan COVID-19 atau Wisma Makara Universitas Indonesia (UI) Depok.

“Reaktif ya kita tindaklanjuti. Kalau dia bergejala ke rumah sakit, tapi kalau nggak bergejala ke Makara UI,” jelasnya.

Novarita mengaku tidak tahu secara detail asal daerah para pemudik tersebut. “Nggak ketahuan,” ujarnya.

Namun yang jelas, 742 orang itu merupakan hasil pemeriksaan di posko penyekatan Cilangkap, Bojongsari dan sejumlah puskesmas di Kota Depok. Ia menyebut, data itu masih akan terus diperbaharui karena belum selesai.

“Belum kan masih berjalan,” ujarnya.

Baca Juga: Begini Jawaban Kepala Dinkes Depok Soal Kasus Obat Kadaluwarsa

Diperkirakan, jumlah warga Depok yang melakukan mudik lebih dari 742 orang. Tapi Novarita tidak tahu persis.

“Nggak tahu saya datanya belum ada. Ini data dari kita mulai tanggal 16 Mei kan ya meriksa. Kan dari penyekatan sama puskesmas. Puskesmas kan dari rumah,” jelasnya

Lebih lanjut Novarita mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 6 ribu alat rapid test antigen untuk memeriksa warga Depok yang pulang dari kampung halaman alias mudik.

“Iya ada 6 ribuan sih, tapi nggak tahu terpakainya berapa,” kata dia.

Ini Antisipasi Dinkes Depok Soal Lonjakan Kasus

Novarita menjamin, Pemerintah Kota Depok melalui Dinkes telah menyiapkan segala keperluan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan COVID-19, termasuk soal ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit rujukan.

“Insya Allah cukup. Kita kan sebelumnya sudah antisipasi untuk peningkatan ketersediaan tempat tidur, keterpakaiaannya kan baru 29 persen saat ini.”

Ia menambahkan, Depok saat ini berstatus pada level zona orange atau beresiko sedang penularan COVID-19 dengan tingkat kesembuhan yang cukup tinggi, sekira 96,06 persen. (rul/*)