Diduga Tanah Terkikis, Bantaran Kali Pesanggrahan di Pasir Putih Longsor

Bantaran Kali Pesanggrahan yang longsor (istimewa)
Bantaran Kali Pesanggrahan yang longsor (istimewa)

DepokToday – Diduga karena hujan lebat yang turun beberapa hari belakangan, longsor terjadi di bantaran Kali Pesanggrahan. Tepatnya di Jalan Usman Bontong, Kelurahan Pasir Putih pada Senin sore, 2 Agustus 2021. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut, namun, untuk menghindari longsor susulan, warga diminta untuk menjauh dari lokasi kejadian.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok Depok, Denny Romulo menyebutkan, longsor terjadi pada pukul 17:30 WIB di lokasi bantaran kali yang juga menjadi akses jalan warga sekitar. Saat itu memang di lokasi tidak banyak dilalui oleh pengguna jalan. “Iya, pada hari Senin 2 Agustus 2021, pukul 17:30 WIB terjadi longsor,” sebut dia.

Menurut dia, hingga kini pihaknya masih melakukan pengawasan dan pemantauan, tanah di sekitar lokasi juga diperkirakan masih labil.

Lebih lanjut, longsor diperkirakan terjadi karena hujan yang beberapa hari teraakhir terjadi di Kota Depok. Air deras yang mengalir di Kali Pesanggrahan diduga mengikuti tanah hinnga menyebabkan longsor.

Baca Juga: Kisah Tole Iskandar, Pemuda Depok yang Bikin Repot Serdadu Belanda

“Dikarenakan beberapa hari kemarin hujan yang cukup deras dan mengakibatkan tanah terkikis kemudian terjadi longsor di bantaran Kali Pesanggrahan,” sebut dia.

Berdasarkan laporan yang mereka dapat, situasi terakhir diperkirakan belum kondusif. Karena melihat kondisi tanah pasca terjadi longsor. “Belum kondusif dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” ucap dia.

Detik-detik tanah yang longsor ini juga dibagikan oleh akun instagram depok24jam. Dalam video yang diunggah warga itu, secara perlahan sejumlah pohon jatuh diiringi suara gemuruh tanah longsor.

Sebelumnya, tanah longsor juga terjadi di lokasi yang sama pada Desember 2019. Pada saat itu terdapat warga yang terdampak dari longsor tersebut. Warga sekitar pada saat itu mengaku telah meminta adanya penurapan di lokasi, namun permintaan itu belum dipenuhi pemerintah setempat. (lala/*)