Diduga Penipuan Berkedok Sumbangan, Dua WNA Diciduk di Depok

0
96
Imigrasi Depok mengamankan dua WNA asal Timur Tengah yang diduga melakukan pelanggaran dengan modus minta sumbangan di Depok (Istimewa)

SUKMAJAYA- Petugas Imigrasi mengamankan dua Warga Negara Asing (WNA), Timur Tengah. Mereka diduga terlibat aksi penipuan modus sumbangan. Kedua pria itu diciduk saat beroperasi di kawasan pemukiman elit, Pesona Khayangan, Kecamatan Sukmajaya, Depok.

Dari hasil penyelidikan diketahui, kedua pelaku masing-masing berinisial MBM (42 tahun) asal Suriah dan MFG (28 tahun) asal Palestina. Kepala Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, Ruhiyat Tholib mengatakan, sepak terjang kedua WNA itu terungkap setelah pihaknya mendapat laporan dari kepolisian pada 27 November 2020, lalu.

“Saat itu tim dari Polres Metro Depok melaporkan bahwa ada dua orang warga asing yang sedang meminta-minta sumbangan di masjid, di daerah Pesona Khayangan,” jelasnya pada awak media, Kamis 3 Desember 2020

 Baca Juga: Dua WNA Pakistan Diciduk Saat Lakukan Pungli di Depok

Kemudian, tim Imigrasi meluncur ke lokasi kejadian dan benar ditemukan dua orang asing tersebut. Pada saat dimintai keterangan mengenai izin tinggalnya, mereka mengeluarkan kartu pengungsi atau UNHCR yang dikeluarkan oleh United Nation

“Hasil pendalaman ternyata mereka membawa kotak amal ini dengan mengatasnamakan anak yatim, tapi setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam, ternyata hasilnya itu memang untuk kehidupan sehari-hari bukan untuk disumbangkan,” kata Tholib

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita alat bukti di antaranya uang hasil sumbangan warga sekira Rp 3.850.000, ponsel dan dokumen UNHCR. “Itu (uang) kami gabungkan dari dua box, yang satu bertuliskan negara Palestina yang satu lagi berwarga negara Suriah,” beber Tholib

Selanjutnya, pihak Imigrasi sedang melakukan pendalaman terkait kedatangan ataupun aktivitas para pelaku selama di Indonesia.

“Ini yang juga akan kami selidiki, apakah waktu awal pertama kali masuk itu menggunakan visa, kami masih berkoordinasi dengan direktorat untuk meminta data-data mereka dan kami juga masih tetap mencoba menghubungi pihak UN.”

Tholib menambahkan, pihaknya bakal menjerat pelaku dengan Pasal 75 Undang-undang ke-Imigrasian tentang ketertiban umum. Selain itu, petugas juga akan menggali keterangan dari istri siri pelaku yang berdomisili di kawasan Pondok Gede, Bekasi.

“Kita ingin tahu lebih dalam terkait kegiatannya. Kami mengupayakan dia untuk pulang kenegaranya, karena yang harus kami lakukan juga adalah berkoordinasi dengan pihak kedutaan dulu terkait dokumenya itu,” ujarnya (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here