Diduga Hendak Nobar, Dua Orang Malah Dinyatakan Reaktif COVID-19

Aparat Gabungan Kecamatan Sawangan saat melakukan swab antigen kepada masyarakat yang diduga hendak nobar Liga Eropa 2020, dua orang dinyatakan reaktif COVID-19, Jumat 18 Juni 2021. (Istimewa)
Aparat Gabungan Kecamatan Sawangan saat melakukan swab antigen kepada masyarakat yang diduga hendak nobar Liga Eropa 2020, dua orang dinyatakan reaktif COVID-19, Jumat 18 Juni 2021. (Istimewa)

SAWANGAN – Petugas gabungan dari Polri TNI dan Pemerintah temukan dua orang reaktif COVID-19 di kerumunan yang diduga hendak melakukan nonton bareng alias nobar Liga Eropa 2020 di sebuah cafe wilayah Sawangan, Kota Depok.

Kapolsek Sawangan, Ajun Komisaris Polisi Rio Mikaell Tobing mengatakan, temuan dua orang reaktif tersebut bermula saat petugas gabungan melakukan operasi yustisi dan swab acak pada masyarakat yang tidak mengindahkan anjuran pemerintah.

“Dalam kegiatan itu, ditemukan 10 orang masyarakat dan dilakukan swab antigen di Puskesmas Kedaung karena kedapatan nongkrong di kafe diduga persiapan nobar (nonton bareng),” kata Rio kepada wartawan, Sabtu 19 Juni 2021.

Baca Juga : Jangan Anggap Remeh, 24 Klaster Ini Penyumbang Angka COVID-19

Rio mengatakan, dari hasil swab test tersebut, dua diantaranya dinyatakan reaktif COVID-19 dan diberikan pengarahan untuk melaksanakan isolasi mandiri.

“Dua orang reaktif tersebut selanjutnya ditangani di puskesmas, selanjutnya diberikan pengarahan oleh tim medis untuk melaksanakan isoman,” kata Rio.

Lebih jauh Rio mengatakan, pihaknya bersama tiga pilar yakni TNI Polri dan Pemerintah Kota akan terus melakukan operasi yustisi tersebut, guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Depok. Kegiatannya berupa himbauan, pembagian masker, teguran hingga melakukan swab acak.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak dalam rangka kegiatan Depok Bermasker & Memberikan Himbauan Kepada Masyarakat untuk Menerapkan 5M Protokol Kesehatan,” kata Rio.

COVID-19 Depok Sedang Melonjak

Sebagai informasi, saat ini kondisi COVID-19 di Kota Depok sedang tidak baik-baik saja. Lonjakan kasus masih terus terjadi setiap harinya. Rekornya tercatat pada hari Jumat 18 Juni 2021, dalam kurun waktu sehari terdapat penambahan kasus mencapai 511 kasus.

“Memang ini penambahan yang cukup tinggi, seblumnya kami belum pernah menembus angka 511 kasus dalam satu hari,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana kepada wartawan, Jumat, 18 Juni 2021.

Baca Juga : COVID-19 Depok Melonjak, Apa Saja Yang Sudah Dilakukan Pemerintah?

Merujuk pada data COVID-19 pemerintah daerah, jumlah kasus terkonfirmasi sampai sekarang sebanyak 53.512 kasus, pasien aktif 3.232 orang, sembuh 49.171 orang dan meninggal 1.000 orang.

Sedangkan kemarin, kasus terkonfirmasi 53.001 orang, pasien aktif 2.837 orang- sembuh 49.171 orang, meninggal 993 orang.

Dengan demikian, telah terjadi penambahan kasus sebanyak 511 orang, pasien aktif 395 orang, sembuh 109 dan meninggal bertambah 7 orang hanya dalam waktu satu hari terakhir.

Dadang mengatakan, akibat lonjakan itu secara otomatis berdampak pada peningkatan bed occupancy ratio atau BOR pada rumah sakit dan tempat isolasi.

“Ruang ICU kita BORnya saat ini 88,18 persen. Ruang isolasi yang ada di rumah sakit 902 bed, dan saat ini BORnya diangka 84,59 persen,” jelasnya. (ade/*)