Diancam PDIP-Gerindra, Ini Respon PKS di Pilkada Depok

Ketua DPD PKS Depok, Hafid Nasir (Istimewa)

SUKMAJAYA– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi santai ancaman koalisi gemuk antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra diajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok pada tahun ini.

“Ya kalau dari pihak Gerindra dan PDIP sudah mendiklare sebagai bentuk koalisi yang mereka bangun, saya pikir ini sekali lagi dinamika ya dalam sebuah politik yang kami sebagai PKS menyikapi hal yang wajar,” kata Ketua DPD PKS Depok, Hafid Nasir pada wartawan, Rabu 29 Januari 2020

Hafid menilai, hal itu masih terlalu dini dan semua proses politik biasanya akan mengacu di tingkat pusat.

“Karena tentunya kan ini tergantung juga pada elit politik di tingkat pusat. Lagi-lagi memang saya tidak bisa menyikapi secara verbal ya, karena memang segala bentuk koalisi berangkat dari kesepakatan antar elit politik di tingkat pusat,” ujarnya

Berdasarkan hal itu, pihaknya kata Hafid, tak ingin menanggapi dinamika tersebut terlalu jauh karena sampai sekarang pun PKS Depok belum mendapatkan rekomendasi dari tingkat pusat terkait kawan koalisi maupun siapa kandidat yang diusung.

“Yang terpenting bagi kami di tingkat kota adalah bagaimana membangun komunikasi denga partai-partai yang ada di Depok sekaligus juga membangun kebersamaan untuk kita bisa sama-sama memenangkan Pilkada 23 September 2020.”

Ketika disinggung apakah masih ada peluang untuk bersanding dengan Gerindra, Hafid kembali menegaskan hal itu ada diranah elit politik pusat.

“Ya kalau memang Gerindra dengan PDIP sudah mendeklarasikan, saya pikir nanti bagaimana nanti di tingkat elit politik, karena kami melihat pun juga kan ini baru dari sisi parpol belum dari sisi pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota yang diusung,” katanya

Namun demikian, Hafid tak menampik, masih ada kemungkinan PKS kembali berkoalisi dengan Gerindra ataupun partai lainnya, termasuk PDIP.

“Ya masih bisa, karena kan lagi-lagi saya bilang suatu koalisi akan menjadi final ketika memang sudah ada rekomendasi dari tingkat pusat ya, dimasing-masing parpol,” tuturnya

Yang jelas, lanjut Hafid, pihaknya sampai saat ini masih melakukan komunikasi politik ke sejumlah partai. Ia menegaskan, hubungan kader PKS dengan kader-kader politik lainnya di Kota Depok masih sangat harmonis.

“Termasuk juga yang sudah melakukan deklarasi, saya pikir kita sebagai sesama anggota dewan partai politik akan bersikap secara profesional saja kan. Secara komunikasi kita baik-baik aja lah.”

Lebih lanjut saat ditanya soal nasib petahana, dalam hal ini Mohammad Idris (Wali Kota Depok), Hafid enggan menanggapinya.

“Saya pikir saya nggak menyinggung masalah petahana ya. Saya hanya menjalankan rekomendasi DPW, terhadap tiga nama bakal calon (kader internal PKS) yang akan menjadi amanah kami di tingkat kota untuk menaikkan elektabilitas dan popularitas mereka,” ucapnya

Koalisi Gerindra-PDIP

Diberitakan sebelumnya, keharmonisan Gerindra dengan PKS nampaknya tidak akan berlanjut pada ajang Pilkada Depok. Partai berlambang garuda itu belakangan justru melirik PDIP sebagai mitra politik.

Hal itu dipertegas dengan adanya kesepakatan bersama atau MoU tertutup antar kedua partai tersebut yang dilakukan pada Sabtu malam, 25 Januari 2020. Nota kesepakatan itu dihadiri sejumlah pengurus lokal masing-masing partai.

Kedua kubu sepakat ingin meruntuhkan kejayaan PKS yang telah 15 tahun berkuasa di Kota Depok, Jawa Barat. Namun demikian, para petinggi partai tersebut masih menunggu arahan masing-masing Dewan Pengurus Pusat atau DPP.

“Meski masih menunggu DPP, kami menyatakan sikap untuk komitmen berkoalisi. Karena ada kesamaan idiologi kita (PDIP dan Gerindra) dan sepakat menyelesaikan masalah dan membangun Depok bersama-sama,” kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Ikravani Hilman, Senin 27 Januari 2020

Beberapa kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat tertutup itu adalah, Gerindra mengusulkan wali kota, sedangkan PDIP menyodorkan wakil wali kota. Sebagi bentuk keeriusannya, PDIP telah menyerahkan isi kesepakatan itu tingkat provinsi dan pusat.

“Oh tentu sudah sounding dan tidak ada penolakan dari DPP PDI-P. Bahwa Gerindra dan PDI-P Depok terbuka untuk merubah Kota Depok yang lebih baik dan itu butuh kerja barengan,” ucap Ikra

Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Depok, Hamzah mengatakan, kesepakatan ini sudah dilamakan untuk mensukseskan langkah koalisi di Pilkada Depok. Hamzah bahkan mengaku, hal itu sesuai dengan instruksi DPP dan DPD Gerindra Jawa Barat. “Di seluruh Jawa Barat pun Gerindra dan PDIP berkoalisi,” tuturnya

Namun demikian, Hamzah menegaskan, pihaknya tetap akan membuka peluang pada sejumlah partai lainnya untuk bergabung. “Asalkan partai yang akan berkoalisi memiliki visi dan misi yang sama. Sukur-sukur parpol lain gabung ke kami.”

Adapun nama yang bakal diajukan sebagai bakal calon Wali Kota Depok dari kubu Gerindra adalah Pradi Supriatna, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok sekaligus Ketua DPC Gerindra. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here