Diam Satu Menit untuk Mengenang Diego Maradona

Diego Armando Maradona memegang trofi Piala Dunia tahun 1986.(Foto: Twitter @brfootball)

DEPOK—Legenda sepakbola asal Argentina, Diego Armando Maradona, meninggal dunia di Tigre, Provinsi Buenos Aires, Rabu 25 November 2020 waktu setempat.

Mantan pemain Barcelona dan Napoli itu menghembuskan nafas karena henti jantung pada usia 60 tahun.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/usut-tuntas-dana-hibah-koni-depok/

Kabar meninggalnya Maradona membuat dunia sepakbola berduka. Termasuk Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. Ia bahkan telah menginstruksikan UEFA untuk mengenang Maradona di semua pertandingan resmi.

“Saya telah menginstruksikan UEFA untuk diam selama satu menit untuk mengenang Diego Maradona pada pertandingan minggu ini,” kata Caferin seperti dikutip uefa.com, Kamis 26 November 2020.

Caferin mengaku sangat sedih setelah mendapat kabar bahwa Maradona telah pergi untuk selama-lamanya.

“Saya sangat sedih mendengar kematian Diego Maradona, salah satu tokoh sepak bola terbesar dan paling ikonik di dunia. Saya baru-baru ini menghubunginya untuk mendoakannya, dan berita ini sangat mengejutkan saya,” ucap Caferin.

“Harus diakui, secara universal Maradona adalah salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa. Seorang jenius yang mencapai kehebatan sebagai pemain yang luar biasa,” lanjutnya.

Menurut Caferin, Maradona mencapai kehebatan sebagai pemain yang luar biasa dengan kejeniusan dan karisma sendiri. Dia (Maradona), kata Caferin, adalah pahlawan di negara asalnya karena telah mengantarkan Argentina juara Piala Dunia 1978 di Argentina dan 1986 di Meksiko.

Ia melanjutkan, Maradona juga telah menjadi idola abadi bagi para pendukung Napoli dengan membawa klub Italia itu menjadi juara Serie A untuk pertama kalinya (1986/1987 dan kemudian 1989/1990), serta juara Piala UEFA musim 1988/1989.

“Dia akan tercatat dalam sejarah sebagai seseorang yang menghidupkan sepak bola dan menggetarkan penggemar tua dan muda, dengan kecemerlangan dan keterampilannya,” simpul Caferin.

(tdr/uefa.com)