Detik-detik Polantas Terlibat dalam Pembebasan Sandera di Hotel Margo

Penampakan Handiyana pengusaha yang disekap di Hotel Margo (DepokToday.com)
Penampakan Handiyana pengusaha yang disekap di Hotel Margo (DepokToday.com)

DepokToday- Polres Metro Depok hingga kini masih mendalami kasus penyekapan pasangan suami istri berlatar belakang pengusaha. Keduanya sempat disekap di Hotel Margo, Jalan Margonda, Depok.

Dari sejumlah orang yang terlibat dalam pembebasan korban, terlihat seorang anggota Polri berseragam lengkap mengenakan rompi mirip anggota polisi lalu lintas (Polantas).

Dengan sigap, polantas tersebut membawa keduanya dari area kamar hotel dibantu sejumlah orang dan pegawai hotel tersebut. Detik-detik pembebasan korban sempat terekam kamera dan tersebar luas di jaringan awak media.

Dalam rekaman video amatir itu pula terlihat, korban yang merupakan pengusaha bernama Handiyana Sihombing dan istrinya, saling berpelukan. Sang istri, bahkan tampak menangis. Sejumlah orang yang mengamankannya berusaha menenangkan, termasuk anggota polantas tersebut.

Baca Juga: Cerita Pengacara Korban Penyekapan, Klien Trauma Berat, Sampai Takut Dengar Suara Bel

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Yogen Heroes mengungkapkan, diduga ada tujuh orang yang terlibat dalam penyekapan tersebut.

“Dua di antaranya sudah berhasil kami amankan,” katanya dikutip pada Selasa 31 Agustus 2021.

Polisi bebaskan pasangan suami istri yang disekap di Hotel Margo (DepokToday.com)
Polisi bebaskan pasangan suami istri yang disekap di Hotel Margo (DepokToday.com)

Motif Penyekapan di Hotel Margo

Yogen menjelaskan, diduga kasus ini berawal dari masalah uang perusahaan. Korban dituding melakukan penggelapan uang perusahaan sebanyak Rp 73 miliar.

“Kemudian pada hari Rabu sebelumnya para pelaku bertemu dengan korban untuk menyelesaikan masalah ini. Kemudian korban dibawa ke Hotel Margo, selama tiga hari,” jelasnya.

Selama penyekapan itu, korban dan istrinya berada mendapat tekanan dan ancaman.

“Korban diminta untuk menunjukan aset-aset yang diduga hasil penggelepan uang perusahaan, berupa rumah, kendaraan kemudian disita oleh pihak perusahaan. Namun, pada Jumat ada konfrontasi sehingga korban dan istrinya langsung melarikan diri ke arah lobi dan meminta tolong security hotel,” tuturnya.

“Dan kemudian dari kita dari polres melakukan tindak lanjut untuk melakukan pengamanan,” timpalnya lagi.

Kasus itu hingga kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut Polres Metro Depok. (rul/*)