Detik-detik Bus Rombongan Kader Posyandu Depok Terguling  

Situasi saat sejumlah korban kecelakaan di Subang dirujuk ke RSUI Depok (istimewa)

SAWANGAN- Bus pariwisata yang mengangkut puluhan kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok terguling di turunan Nagrok, Desa Palasari, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu sore, 18 Januari 2020. Akibat kejadian itu, delapan diantaranya meninggal dunia.

Salah satu saksi selamat dari kejadian nahas itu mengungkapkan, sebelum kecelakaan terjadi, sejumlah penumpang sempat mendengar sambutan atau pidato dari seorang bidan yang akan dimutasi (pindah tugas).

Ditengah suasana haru itu, mereka kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Kemesraan sebagai pengiring perpisahan. Keceriaan itu berlangsung selama sekira 20 menit setelah bus tersebut meninggalkan lokasi wisata Tangkuban Perahu. Namun tiba-tiba, selang beberapa saat kemudian bus terasa oleng.

“Aku teriak, mas ini kenapa mas pelan sedikit dong. Jadi belum selesai lagu Kemesraan, tiba-tiba mobil oleng. Semua pada teriak, terus tahu-tahu bukkk, badan aku kena besi. Aku langsung enggak sadar,” kata Nuraini mengenang pengalaman pahitnya itu pada wartawan, Senin 20 Januari 2020

Wanita yang ditemui sedang terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok itu mengungkapkan, setelah kejadian itu dirinya sudah tak sadar lagi.

“Saat aku enggak sadar itu, aku terasa ada yang narik lembut. Aku  sadar-sadar sudah ada di puskesmas (Subang). Teman-temanku disitu pada nangis, pada kena kaca, pada luka. Saat aku kebentur besi itu aku mengira aku sudah enggak ada.”

Nuraini mengaku dirinya sangat bersyukur masih diberi keselamatan atas musibah itu. “Jadi pas sadar aku di puskesmas sudah dikasih infus. Aku enggak tahu siapa yang angkat pas ada tarikan lembut itu.”

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kondisi mobil sudah terasa janggal sejak arah pulang selepas dari lokasi wisata Tangkuban Perahu. “Kondisi mobil pas berangkat enggak ada masalah. Pas pulang juga enggak lama dari oleng langsung kejadian, katanya sih rem blong,” tuturnya

Untuk diketahui, bus tersebut mengangkut 58 orang penumpang. Delapan diantaranya meninggal dunia, termasuk sang sopir. Sedangkan sisanya terluka dan masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Depok. (rul/*)