Depok Zona Merah Lagi, Pemerintah Tiadakan Solat Jumat

Data zona merah sejumlah daerah, salah satunya Depok. (DepokToday.com)
Data zona merah sejumlah daerah, salah satunya Depok. (DepokToday.com)

DEPOK – Pemerintah Kota Depok kembali mengetatkan aturan seiring merosotnya zona risiko dari oranye ke merah. Salah satunya adalah dengan meniadakan solat jumat dengan solat dzuhur dirumah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, sesuai dengan arahan Majelis Ulama Indonesia (MUI), bagi umat islam yang berada di Zona Merah COVID-19 untuk dapat mengganti solat jumat dengan solat dzuhur di rumah.

“Kami menghimbau kepada Umat Islam untuk dapat mengikuti arahan atau Fatwa MUI ini. Demikian pula untuk umat agama yang lainnya, dihimbau untuk menghindari pelaksanaan ibadah yang dilakukan secara bersama,” kata Dadang melalui keterangan persnya, Selasa, 29 Juni 2021.

Baca Juga: Depok Zona Merah Lagi, GTPPC Imbau Masyarakat Lebih Ketat Prokes

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Pusat baru saja memperbaharui zona risiko tiap-tiap daerah. Kota Depok menyandang predikat zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan COVID-19.

Penilaian zonasi ditetapkan melalui 14 indikator yang dikeluarkan oleh Satgas COVID-19 RI. Dalam penilaian itu, pada pekan ini Kota Depok turun skor dari sebelumnya 1,93 menjadi 1,8 (semakin tinggi skor semakin baik zona risiko).

“Dengan status zona risiko daerah Kota Depok Zona Merah kepada seluruh warga, terus memperkuat PPKM Mikro dan melakukan mikro lockdown terutama bagi RT-RT Zona Merah dan menjalankan Kepwal yang sudah dikeluarkan dalam pengetatan PPKM,” kata Dadang.

Dadang menambahkan, masyarakat juga diminta untuk taat terhadap protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Meningkatkan prokes personal dan prokes di tempat-tempat umum, tetap berada di rumah, kecuali dalam keadaan mendesak,” kata Dadang.

Ia pun mengaku akan berusaha untuk tetap meningkatkan keselamatan dan keamanan warga Kota Depok agar terhindar dari bahaya COVID-19.

Baca Juga: RT Zona Merah di Depok, Ini 7 Skenario yang Harus Dilakukan

“Pemkot, TNI, POLRI bersama seluruh komponen senantiasa bahu membahu melakukan upaya pencegahan dan penanganan,” kata Dadang.

Sebagai informasi, sebelum risiko zonasi Kota Depok merosot dari oranye ke merah, Pemerintah Kota Depok telah lebih dulu mengeluarkan kebijakan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama 2 pekan mulai dari 14 Juni hingga 28 Juni 2021.

Kini pengetatan kembali diperbaharui yang berlaku mulai tanggal 29 Juni hingga 5 Juli 2021. “Itu sudah ketat untuk Depok.” pungkas Dadang. (ade/*)