Depok Zona Merah Lagi, GTPPC Imbau Masyarakat Lebih Ketat Prokes

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar (kiri) mendampingi Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran. Kapolres menyebut saat ini Depok zona merah COVID-19. (DepokToday.com)
Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar (kiri) mendampingi Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran. Kapolres menyebut saat ini Depok zona merah COVID-19. (DepokToday.com)

DEPOK – Pemerintah Pusat baru saja memperbaharui zona risiko tiap-tiap daerah. Kota Depok menyandang predikat zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan COVID-19.

Padahal, Kota Depok sempat bertahan dengan wilayah dengan risiko sedang penularan COVID-19 atau zona oranye sejak bulan April 2021 dan kini Depok zona merah.

Penilaian zonasi ditetapkan melalui 14 indikator yang dikeluarkan oleh Satgas COVID-19 RI. Dalam penilaian itu, pada pekan ini Kota Depok turun skor dari sebelumnya 1,93 menjadi 1,8 (semakin tinggi skor semakin baik zona risiko).

Menyikapi kembalinya Depok ke zona merah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau GTPPC Kota Depok, Dadang Wihana meminta seluruh masyarakat agar lebih patuh terhadap himbauan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Baca Juga: Wali Kota Depok Perpanjang PSBB Proporsional, Ini Rincian Aturannya

“Dengan status zona risiko daerah Kota Depok Zona Merah kepada seluruh warga, terus memperkuat PPKM Mikro dan melakukan mikro lockdown terutama bagi RT-RT Zona Merah dan menjalankan Kepwal yang sudah dikeluarkan dalam pengetatan PPKM,” kata Dadang, Selasa 29 Juni 2021.

Dadang menambahkan, masyarakat juga diminta untuk taat terhadap protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak agar zona merah Depok bisa kembali oranye.

“Meningkatkan prokes personal dan prokes di tempat-tempat umum, tetap berada di rumah, kecuali dalam keadaan mendesak,” kata Dadang.

Ia pun mengaku akan berusaha untuk tetap meningkatkan keselamatan dan keamanan warga Kota Depok agar terhindar dari bahaya COVID-19.

“Pemkot, TNI, POLRI bersama seluruh komponen senantiasa bahu membahu melakukan upaya pencegahan dan penanganan,” kata Dadang. 

Sebagai informasi, sebelum risiko zonasi Kota Depok merosot dari oranye ke merah, Pemerintah Kota Depok telah lebih dulu mengeluarkan kebijakan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama 2 pekan mulai dari 14 Juni hingga 28 Juni 2021.

Kini pengetatan kembali diperbaharui yang berlaku mulai tanggal 29 Juni hingga 5 Juli 2021. “Itu sudah ketat untuk Depok.” pungkas Dadang. (ade/*)