Depok Resmi Luncurkan Program Tilang Elektronik di Margonda

Peresmian program E-TLE di Depok (Istimewa)

MARGONDA– Dirlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo meresmikan salah satu program unggulan Polres Metro Depok, yakni Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), atau yang biasa disebut tilang elektronik.

Menurutnya, kebijakan ini efektif tidak hanya untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, namun juga memutus mata rantai COVID-19.

“Ini inovasi yang luar biasa, Polres Metro Depok telah meluncurkan 13 program yang sangat bermanfaat untuk masyarakat terutama pada masa pandemi COVID-19,” katanya saat ditemui di Balai Kota Depok, pada Jumat 25 September 2020

Sambodo menjelaskan, beberapa aplikasi yang diluncurkan berbasis online big data dan sebagainya, termasuk E-TLE. Ia menyebut, program tersebut sangat bermanfaat dimasa pandemi seperti saat ini, karena dapat mengurangi interaksi petugas dan masyarakat.

“Sehingga tentu saja mengurangi terjadinya penularan COVID-19.”

Selain E-TLE, pihaknya juga meresmikan ruang pelayanan anak terpadu di seluruh Polres jajaran Polda Metro Jaya. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada anak yang berhadapan dengan hukum.

“Terutama anak yang terlibat lakalantas (kecelakaan lalu lintas),” tuturnya

Terkait hal itu, polisi juga telah menandatangani perjanjian bersama asosiasi psikologi forensik. “Dengan mou tersebut maka apabila ada anak berhadapan dengan hukum maka ada pendampingan psikolog, karena memang itu amanah undang-undang,” ujarnya

Ditempat yang sama, Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, Pemerintah Kota Depok dan kepolisian masih fokus dalam penanganan pandemi COVID-19.

Namun disisi lain, kegiatan sehari-hari seperti perkantoran dan operasional harus tetap berjalan.

“Maka supaya berjalan disaat ini kami mencetuskan 13 program, salah satunya E-TLE yang semua by sistem. Dalam situasi ini kita harus tetap berjalan namun harus mencegah kerumunan atau interaksi langsung.”

Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengaku mengapresiasi inovasi yang dicetuskan oleh jajaran kepolisian, dalam hal ini Polres Metro Depok.

“Ini membantu kita semuanya. Disamping itu, pemerintah pusat sudah mengarahkan Depok diantara 100 kabupaten kota menjadi smart city, dan ini kerja-kerja kolaboratif yang memang harus kita apresiasi,” katanya

Sistem Penindakan

Terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Erwin Aras Genda mengatakan, meski telah resmi dilaunching, namun saat ini E-TLE masih dalam tahap sosialisasi dan belum ada penindakan.

Adapun E-TLE yang telah terpasang saat ini baru satu titik, yakni di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Margonda depan Balai Kota Depok. Kamera tersebut menyorot pengendara yang melaju dari arah Citayam menuju Jakarta.

“1 Oktober sampai 31 Oktober itu tahap-tahap sosialisasi, nah per 1 November maka penegakan hukum akan berlaku,” katanya

Nantinya, jika ditemukan pelanggaran maka identitas kendaraan akan terekam dan surat bakal langsung dikirim ke alamat yang bersangkutan.

“Jadi apabila persatu November ada pelanggaran, maka akan dikirimkan ke rumah pemohon sesuai dengan alamat identitas kendaraan tersebut,” jelasnya

Adapun sejumlah program yang juga diluncurkan Polres Metro Depok di antaranya, E-Pam Pilkada, E-Patroli, TAC, Depok Command Center, Smart Lantas Polrestro Depok, Satpas pembantu 1221 Cinere, Satpas Pembantu 1221 T5M Polrestro Depok, Cyber Patroli Polres Metro Depok, Ruang Pelayanan Anak Terpadu Polrestro Depok, dan Bang Helmet. (rul/*)