Depok Raih Predikat Nindya Kota Layak Anak, Netizen: 77 Persen Nggak Percaya

Wali Kota Depok, Mohammad Idris pimpin rapat evaluasi terkait Kota Layak Anak (Istimewa)
Wali Kota Depok, Mohammad Idris pimpin rapat evaluasi terkait Kota Layak Anak (Istimewa)

DepokToday- Kota Depok kembali meraih predikat Nindya untuk ke empat kalinya pada ajang penghargaan Kota Layak Anak (KLA) yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) 2021.

Data yang dihimpun menyebutkan, Kota Depok sebelumnya telah meraih predikat tersebut pada 2017, 2018, 2019. Itu artinya, dengan raihan kali ini, kota yang dipimpin Mohammad Idris itu telah berhasil mempertahakannya sebanyak empat kali.

“Memang ada sebuah ungkapan, menuju puncak itu mudah, tapi kalau sudah ada dipuncak itu lebih sulit. Alhamdulillah kita bisa mempertahankan predikat Nindya ini, terlebih dalam kondisi COVID-19, ini sungguh luar biasa,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris dilansir dari beritadepok.go.id pada Kamis 29 Juli 2021.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas prestasi itu, Idris berjanji pihaknya akan memberikan pendampingan khusus kepada anak-anak yang kedua orang tuanya meninggal dunia akibat COVID-19.

Rencananya, pemberian pendampingan diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Depok dalam waktu dekat ini.

“Nanti kita juga akan membuat lembaga konsultasi untuk anak-anak yang bapak-ibunya meninggal dunia kerena COVID-19,” katanya.

Idris berharap, Kota Depok dapat terus berkembang sebagai Kota Layak Anak. Baik pada sisi program, perhatian kepada anak, serta infrastruktur untuk anak.

“Infrastruktur yang mendukung kegiatan anak-anak kita, termasuk mereka yang disabilitas,” tuturnya.

Baca Juga: Penyaluran BST Bermasalah Diduga Salah dari Kantor Pos, Kadinsos: Harusnya dari Rumah ke Rumah

Sementara itu, Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) KLA, Widyati Riyandani berharap dua tahun mendatang Kota Depok bisa masuk pada kategori utama KLA.

Sebab, kata dia, hingga kini belum ada satupun kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang meraih predikat utama.

“Ikhtiar, doa, dan  sinergisitas antara Perangkat Daerah (PD), masyarakat, dunia usaha, media, perguruan tinggi itu harus jalan supaya kita mencapai predikat utama. Kuncinya seperti itu,” ujarnya.

Informasi tersebut rupanya menjadi sorotan di sosial media. Salah satu akun yang memposting kabar itu adalah depok24jam. Tak butuh waktu lama, beragam komentar pun langsung membanjiri kanal sosial media tersebut.

Kota Layak Anak Diserbu Netizen

Rata-rata netizen mempertanyakan capaian yang diraih Pemkot Depok itu.

“Dinilainya dari belah mana ya,” tulis andriezavier

“Lampu merah Margonda, Juanda, dari siang sampai malam isinya anak kecil semua lagi ngamen? Layaknya kota anak dari mana,” tanya raveerenoo

“Kok bisa, di Depok banyak banget ondel-ondel pencari cuan yang dominan pelakunya anak-anak,” timpal ranger_pink

Manusia silver (Foto: Istimewa)
Manusia silver (Foto: Istimewa)

“Yang paling gw rasa selama ini emang ramah anak kok, khususnya anak ayam, anak kambing, anak kucing, anak nyamuk,” tulis adam

“Layak anak tapi banyak anak-anak jadi manusia silver sama jadi ondel-ondel,” tutur riezellixe

“Bukannya bangga malah pada heran,” cuit erwinsyah.

“Yang jadi penyelenggara dan juri malu, seperti nggak dihargai, 77 persen nggak percaya,” tulis masido77.(rul/*)