Depok Paling Tinggi Keterpaparan COVID-19 Se-Jawa Barat

Kota Depok urutan pertama kasus COVID-19 tertinggi se-Jawa Barat. (Tangkapan Layar https://pikobar.jabarprov.go.id/)
Kota Depok urutan pertama kasus COVID-19 tertinggi se-Jawa Barat. (Tangkapan Layar https://pikobar.jabarprov.go.id/)

DEPOK – Kota Depok menjuarai angka keterpaparan COVID-19 terbanyak se- Jawa Barat. Kota Belimbing ini memiliki angka positif paling tinggi dibanding 26 kota/kabupaten lainnya.

Berdasar data dalam laman pikobar.jabarprov.go.id yang diakses pada Kamis, 17 Juni 2021, Kota Depok berada di posisi pertama dengan angka positif Covid-19 sebanyak 4025 kasus, baik yang melakukan isolasi maupun dalam perawatan.

Baca Juga : COVID-19 Depok Melonjak, Begini Kondisi di RSUD dan Tempat Karantina

Masih dalam data itu juga, di Kota Depok mengalami peningkatan 1.216 kasus dalam kurun waktu seminggu. Yang melakukan isolasi atau dalam perawatan sebanyak 727 orang dalam seminggu kebelakang.

Sementara untuk tingkat kesembuhan, Kota Depok menduduki posisi delapan, dikalahkan oleh Kota Bekasi yang memiliki tingkat ketersembuhan 1.181 kasus dalam satu minggu, tapi di Kota Depok hanya memiliki 489 kasus dalam seminggu.

Kota Depok urutan pertama kasus COVID-19 tertinggi se-Jawa Barat. (Tangkapan Layar https://pikobar.jabarprov.go.id/)
Kota Depok urutan pertama kasus COVID-19 tertinggi se-Jawa Barat. (Tangkapan Layar https://pikobar.jabarprov.go.id/)

Terjadi Peningkatan Kasus COVID-19 di Depok

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, memang terjadi peningkatan kasus dalam satu minggu kebelakang.

“BOR ICU di Depok saat ini mencapai 71,9 persen, untuk BOR Isolasi 73,4 persen, sedangkan untuk makara dan PSJ 90,9 persen. Tentunya ini merupakan peningkatan yang cukup tajam bila dibandingkan degan minggu lalu dimana BOR kita pada minggu lalu itu dibawah dari 40 persen,” kata Dadang, Kamis 17 Juni 2021.

Baca Juga : Tangani COVID, Presiden Geber Vaksinasi di Sejumlah Tempat Strategis

Dadang mengatakan, peningkatan kasus di Kota Depok ini dianggap sebagai imbas dari peningkatan yang terjadi di wilayah penyanggah DKI Jakarta.

“Peningkatan kasus pada minggu ini di depok, memang juga tren kasus di Jabodetabek sedang naik,” kata Dadang. (ade/*)