Depok Mulai Operasikan Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Suasana peresmian mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).(Foto: Istimewa)

MARGONDA—Kota Depok mulai mengoperasikan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Wali Kota Depok, Mohammad Idris, meresmikan langsung mesin tersebut di area Depok Town Square (Detos) Jalan Margonda, Kecamatan Beji, Senin 21 Desember 2020.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menuturkan, mesin ADM adalah program dari pemerintah pusat. “Dalam hal ini sudah menginstruksikan untuk dilakukan gerakan Indonesia sadar administrasi kependudukan di antara program-program inovatifnya melalui melayani masyarakat untuk bisa mempercepat memudahkan dan yang lebih penting lagi no calo no pungli,” ujarnya.

Idris menyatakan, mesin ADM digunakan untuk pelayanan administrasi kependudukan. “Kalau KTP membutuhkan proses 6 sampai 7 menit. Nanti diterangkan secara teknis oleh dinas kalau tadi hanya contoh yang relatif hanya satu menit bisa keluar cepatlah,” jelas Idris.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Depok mendapat bantuan dari pemerintah beberapa titik, di antaranya sudah terpasang di Mall Park Sawangan.

“Untuk wilayah barat tapi yang lain juga bisa di situ itu kan untuk Kota Depok. Nah kita juga menganggarkan satu anjungan. Mudah-mudahan tahun nanti kita lengkapi anjungan ini paling tidak di lima lokasi,” jelasnya.

Pihaknya juga bakal menyiapkan anggaran untuk membuka gerai dan akan dipadukan dengan pelayanan-pelayanan yang lain.

“Tadinya memang kita akan padukan, kita masukkan dalam bangunan mall pelayanan publik, tapi kemarin-kemarin ada masalah keuangan kita untuk kemudian pembebasan lahan karena kasus COVID maka kita tunda mungkin tahun berikutnya,” ucap Idris.

Idris berharap, mesin ADM bisa tersebar merata di wilayah Depok. “Di setiap penjuru angin Kota Depok. Tadi istilah saya barat cukup dua unit kan, yang sudah ada satu nanti, satu lagi mungkin di bagian Cinere nanti kalau di wilayah timur ada di Cimanggis, Tapos misalnya. Nah kalau di tengah nanti di sini (Detos) bisa ditambah di sini kalau memang kurang,” terangnya.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/blanko-e-ktp-kosong-ini-kata-pemkot-depok/

Sedangkan Ditjen Dukcapil Kemendagri, I Gede Suratha, mengungkapkan, sebanyak 100 unit mesin ADM telah diluncurkan Kemendagri di sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia.

Dijelaskan dia, sistem kerja mesin ADM mirip Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Bedanya, sambung dia, jika ATM mengeluarkan uang, ADM mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akte Lahir, hingga Kartu Keluarga atau KK.

“Saat ini sudah mendekati 100 unit ADM, se-Indonsia. Jumlahnya merata, ada yang kami berikan hadiah sebagai kinerja terbaik,” katanya saat menghadiri peresmian mesin ADM di area Depok Town Square (Detos).

Kata dia, Kemendagri menargetkan pengadaan ADM merata di seluruh wilayah Indonesia, baik kota maupun kabuopaten. Suratha menegaskan, program ini telah berjalan jauh sebelum pandemi COVID-19.

“Ini tidak hanya terkait COVID karena memang ini untuk mengurangi tatap muka dan sudah kami lakukan sebelumnya. Mesin ini juga bisa mengurangi masalah percaloan, kemudian meningkatkan kualitas pelayanan. Nah karena COVID ini dia (ADM) sangat bermanfaat,” paparnya.

(rul)