Depok Kembali Zona Merah, Kasus COVID Naik Dua Kali Lipat

Balai Kota Depok (DepokToday.com)
Balai Kota Depok (DepokToday.com)

MARGONDA– Untuk kesekian kalinya, Kota Depok kembali masuk zona merah atau berstatus resiko tinggi penyebaran COVID-19. Terkait hal itu, perlu ada langkah koordinasi cepat dan dalam hal ini simpulnya adalah pemerintah provinsi.

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengusulkan ada satuan tugas atau satgas penanganan COVID Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tanggerang dan Bekasi). Langkah ini dinilai efektif untuk menekan penyebaran virus berbahaya itu.

“Ini agar simpul di Jabodetabek menjadi satu, karena pergerakan orang di Jabodetabek akan bekerja secara massal atau komuter tidak bisa secara parsial,” katanya saat dikonfirmasi pada Rabu 30 September 2020

Menurut Dadang, kalau akan mengintensifkan kasus maka bentuklah Satgas Penanganan COVID-19 di Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek).

“Kalau Jabodetabek tidak bisa, bentuklah di Bodebek. Kita kan tahu lonjakan kasus di Bodebek selama 2 bulan ini sangat tinggi secara keseluruhan.”

Khusus untuk Depok, lanjut Dadang, dalam dua bulan terakhir telah terjadi lonjakan yang cukup tinggi.

“Kalau kita lihat di data, data kita dua kali lipat dari kasus sebelumnya. Pada tanggal 27 Agustus itu lebih kurang 1.900-an kasus. Tanggal 27 September kita sudah tembus 4.000-an kasus. Jadi kan sudah 2 kali lipat,” tuturnya

Dadang memaparkan, data 27 Agustus itu merupakan hasil rekap selama lima bulan, yakni sejak dari Maret. “Nah dari Agustus ke September, terjadi lonjakan kasus tidak hanya di Depok tetapi terjadi juga di wilayah Bodebek lainnya,” kata dia

Atas dasar itulah, menurut Dadang kehadiran provinsi sangat dinanti. “Ini kami tunggu-tunggu.”

Untuk diketahui, berdasarkan situs resmi pemerintah setempat, jumlah kasus positif sampai saat ini telah mencapai 4.239 orang, sembuh 2.832 orang dan meninggal dunia mencapai 132 orang pada Selasa 29 September 2020.

Sedangkan sebelumnya, jumlah kasus positif 4.109 orang, sembuh 2.768 orang dan meninggal dunia 131 orang pada Senin 28 September 2020.

Itu artinya telah terjadi peningkatan kasus postif sebanyak 130 orang, sembuh 64 orang dan meninggal dunia satu orang, dalam waktu satu hari. (rul/*)