Depok Kekurangan Stok Peti Mati, Petugas: Kami Keteteran

Ilustrasi petugas pemulasaran jenazah pasien COVID-19. Akhir-akhir ini stok peti mati di Kota Depok mulai mengalami kehabisan stok. (DepokToday.com)
Ilustrasi petugas pemulasaran jenazah pasien COVID-19. Akhir-akhir ini stok peti mati di Kota Depok mulai mengalami kehabisan stok. (DepokToday.com)

DEPOK- Selain ketersedian ruang pelayanan medis, obat, dan tabung oksigen yang susah dicari, kini giliran peti mati kehabisan stok. Ironisnya, sederet persoalan itu terjadi saat pandemi COVID-19 lagi tinggi-tingginya di Kota Depok.

Keterbatasan peti mati diakui oleh Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, Denni Romulo. Dengan kondisi tersebut ia pun meminta bantuan pada semua pihak.

“Ya habis terus. Kita sekarang ada yang mau ngirim berapapun itu pasti kita tampung,” katanya, Selasa 6 Juli 2021.

Denni mengatakan, kondisi tersebut terjadi sejak sepekan terakhir. “Sepekan, bingung kita juga,” ujarnya.

Baca Juga: Abu Janda Terpapar COVID, Pernyataan Rela Masuk Neraka Jadi Sorotan

Ia menuturkan, paling sedikit dalam satu hari dibutuhkan stok 45 peti mati.

“Jadi kalau kita kan melayani yang meninggal COVID dan suspek COVID ya. Kalau dilihat atau dihitung sudah 35 sehari lah rata rata ya, malah pernah 45 dalam waktu hari. Kan yang suspek COVID juga wajib pemulasaran jenazah pakai prosedur COVID,” jelasnya.

Antri Peti Mati

Akibat dari menipisnya stok peti mati, akhirnya banyak yang harus terpaksa antri.

“Ya apa boleh buat. Jadi nunggu peti, nunggu dulu 2-3 jam. Itu kenyatannya karena peti susah kan,” katanya.

“Jadi siapa saja yang mau ngirim peti pasti kitar terima, mau itu 2 peti, 8 peti, dari tukang tukang peti. Siapa saja yang mau ngirim kita terima,” timpalnya lagi.

Denni mengaku, kondisi ini membuat pihaknya keteteran.

“Iya ada kendala karena kelangkaan peti ya. Di daerah lain juga tinggi permintannya. Jadi kita keteteran juga karena peningkatan pasien yang meninggal.”

Ia pun khawatir, para petugas pemulasaran jenazah ikut drop.

“Kita kewalahan menangani pemulasaran jenazah, relawannya juga kan butuh imun. Kami kahwatir relawan ini nanganin terus terus-terus imunnya turun dan terpapar,” katanya

“Intinya kami kewalahan karena saking banyaknya yang terpapar. Tim pemulasaran jenazah keteteran karena tingkat kematian tinggi COVID dan suspek COVID, sampai peti jenazah pun sulit,” ujarnya menambahkan. (rul/*)