Depok Buka Tempat Makam Baru Untuk Korban COVID-19

Warga Depok tewas akibat COVID (Foto: Istimewa)

TAPOS- Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan liang lahat tambahan untuk korban COVID-19. Lokasinya berada di kawasan Kecamatan Tapos dengan luas mencapai 1,2 hektar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Ety Suryahati menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena letak makam tersebut berada jauh dari pemukiman.

“Selain untuk pemakaman korban COVID-19, juga dapat digunakan untuk pemakaman umum atau non COVID-19,” katanya, Selasa 2 Februari 2021

Baca Juga: Bunda Martha, Anak Hingga Dua Ajudan Pradi Diswab  

Ety mengungkapkan, tempat pemakaman umum atau TPU itu sudah dibuka sejak 2020. Ia membantah jika penyedian lahan dilakukan karena kasus meninggal akibat COVID-19 di Depok meningkat dan menyebabkan lahan pemakaman kritis.

“Pembukaan lahan di wilayah timur Kota Depok karena belum ada TPU, bukan karena sudah kehabisan tempat pemakaman,” tegasnya

Terpisah, Kasubag Tata Usaha UPTD Pemakaman, Hasudungan mengungkapkan, saat ini sudah ada sebanyak 3.800 lubang, dari 4.800 liang lahat yang telah tersedia. Adapun totalnya mencapai lebih dari 5000 lubang makam.

“Sedangkan untuk 1.000 lubang lainnya harus dilakukan land clearing karena jenis tanahnya bertebing dan rata,” katanya

Untuk diketahui, berdasarkan Pasal 19 Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok, Nomor 4 Tahun 2012 , tarif sewa penggunaan tempat pemakaman milik pemerintah, biaya yang harus dibayar untuk warga dengan KTP Depok, senilai Rp100 ribu per kavling, selama tiga tahun.

Sedangkan untuk warga luar Kota Depok dikenakan biaya sebesar Rp1.000.000 per kavling selama tiga tahun.

Merujuk pada Pasal 20 Perda Nomor 4 Tahun 2012, perpanjangan sewa penggunaan tempat makam atau makam tumpang dikenakan tarif sebesar Rp 50 ribu setiap tahun.

Kemudian pada Pasal 22 Perda Nomor 4 Tahun 2012, retribusi dipungut dengan menggunakan Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen lain dapat berupa karcis, kupon, dan atau kartu langganan. Hasil retribusi disetorkan ke kas daerah dalam jangka waktu 1 x 24 jam. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here