Depok Bantah Data Satgas COVID Pusat

Rapid test antigen penumpang bus di Terminal Jatijajar (Istimewa)

MARGONDA- Satgas Penanganan COVID-19 Pusat, Wiku Adisasmito, menyebut Depok sebagai salah satu kota dengan kasus tertinggi penyebaran virus tersebut.

Baca Juga: 3.641 RT di Depok Zona Hijau COVID

Dalam keterangannya Wiku merilis, angka pasien positif di Kota Depok sebanyak 7.096 orang. Pernyataan itu langsung menuai protes pemerintah setempat.

“Itu data tidak menunjukan data riil di Kota Depok, terjadi gap (selisih) data yang tinggi. Kasus konfirmasi aktif hari ini di Depok berjumlah 3.737 orang, tidak seperti yang dirilis Satgas Pusat 7.096 orang,” ucap Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Jumat 26 Februari 2021

Ia menyebut, selisih data menjadi masalah utama dalam penanganan COVID-19 di Indonesia, padahal data adalah basis utama kebijakan dan dijadikan input perhitungan zona resiko daerah.

“Masalah ini sudah disampaikan sejak lama, baik ke pusat maupun provinsi. Waktu itu sempat rekonsilisasi data, sempat gapnya tidak terlalu tinggi. Nah sekarang ini terjadi lagi gapnya tinggi,” keluh Dadang

Terkait hal itu, Dadang mendesak Satgas Pusat untuk konsen terhadap data ini.

“Segera lakukan rekonsiliasi karena ini kan sangat berpengaruh. Data ini kan dijadikan input untuk menghitung zona-zona resiko daerah, nah ini berpengaruh pada treatment yang dilakukan. Ini bahaya jika tidak segera diselesaikan.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here