Denny Siregar Bongkar Akal Bulus Anies Baswedan di Formula E

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan tegas memerintahkan agar 8 petugas Dishub pelanggar PPKM Darurat dipecat. (Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan tegas memerintahkan agar 8 petugas Dishub pelanggar PPKM Darurat dipecat. (Istimewa)

DepokToday- Belum lama ini publik sempat dipertontonkan aksi GubernurDKI Jakarta, Anies Baswedan yang merangkul sejumlah Ketua Fraksi di DPRD dengan jamuan makan malam. Berbagai pihak menyebut, ini terkait dengan ketakutan Anies, atas agenda interpelasi dari PSI dan PDIP untuk kasus Formula E.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, interpelasi sendiri merupakan hak bertanya dari anggota dewan kepada eksekutif berkaitan dengan kebijakan yang mereka lakukan, apalagi jika dianggap menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

Namun ada hal yang mengherankan, karena bukannya menghadapi agenda interpelasi tersebut, Anies malah menyiapkan benteng pertahanan supaya interpelasi Formula E itu gagal dilakukan, dengan merekrut para Ketua Fraksi.

Baca Juga: Pemkot Bagikan Kabar Vaksinasi, Warganet: Sumpah Ribet

Padahal sekali lagi, itu adalah hak untuk bertanya, bukan hak untuk menghakimi.

Mereka (yang dirangkul Anies) adalah Demokrat, Gerindra, Nasdem, Golkar, PAN, PKS, PKB, dan PPP. Mereka bersekongkol mengagalkan hak bertanya yang diajukan oleh PDIP dan PSI.

“Ada apa? Ini yang jadi pertanyaan, apa yang dilakukan Anies dan anggota dewan tentu menghina logika berpikir kita,” kata pegiat media sosial Denny Siregar, Rabu 1 September 2021.

Anies Baswedan Dianggap Jorok di Formula E

Denny lantas mempertanyakan fungsi anggota dewan yang seharusnya memiliki tugas untuk mengawasi eksekutif, bukan malah bergandengan dengan Gubernur. Sebab ini merupakan kesalahan besar dalam fungsi pengawasan.

“Ini ibarat maling kerja sama dengan satpam, semua sepakat dengan satu tujuan. Saya jijik, kok bisa-bisanya pamer (makan malam),” tuturnya.

Semestinya, menurut Denny, Anies tak perlu takut dengan interpelasi dari PSI dan PDIP soal Formula E jika dia tak salah.

Sikapnya malah berbalik, bukan menyiapkan jawaban, malah menyiapkan lawan pendukung.

Baca Juga: Gedung DPRD Depok Banjir, Warganet Auto Tanya Kerja Anggota Dewan

Denny sendiri mengaku sudah menebak jawaban Anies ketika ditanya mengapa memaksakan menggelar Formula E di tengah pandemi. Alasan pasti berkutat pada kebaikan pariwisata yang hancur karena pandemi.

Tetapi sebenarnya tak semudah itu, karena Pemda DKI sudah mengeluarkan dana Rp1 triliun. Andaipun Anies Baswedan tetap ingin melanjutkan, karena uang Rp1 Triliun yang sudah dibayar tak bisa ditarik lagi, atau bisa hangus. Maka mau tidak mau acara itu harus digelar.

“Dia harus pertanggungjawabkan dana APBD kepada negara. Yang aneh, hingga kini belum ada kepastian, di mana Formula E akan diselenggarakan di Jakarta,” ujarnya.

“Kemarin katanya di Monas, sekarang diminta untuk bangun sirkuit lagi. Mau habis berapa ratus miliar lagi? Lalu memangnya bagaimana studi kelayakannya kok sudah bisa keluar dana Rp1 Triliun,” kata Denny lagi.

Anies Bisa Anjlok

Denny sudah bisa membayangkan betapa Anies sudah khawatir dengan interpelasi tersebut. Karena surveinya bisa anjlok. Padahal Anies disebut sudah dandan habis-habisan untuk itu.

Maka itu, Anies dinilai mulai memainkan politik kotor demi misinya terlaksana dengan merangkul ketua fraksi. “Yang penting misi terlaksana, sebenarnya dia lagi panik banget, karena ini hidup dan matinya dia, ini pertaruhan dia,” katanya.

Baca Juga: Kisah Nyata Bus Hantu Hingga Alas Purwo Tempat Kerajaan Gaib

Andaipun Anies Baswedan berkelit uang itu bisa akan dikembalikan dari penjualan tiket, Denny meragukan. Makanya dia mulai khawatir dengan interpelasi. Apalagi jika interpelasi dilakukan dengan disiarkan live di Youtube.

Jamuan makan malam Anis (Istimewa)
Jamuan makan malam Anis (Istimewa)

Denny yakin Anies bakal grogi karena jutaan rakyat menonton.

“Anies kan memang lagi cari panggung untuk naikkan suara. Tapi kalau dia tak mampu menari dan terpeleset, maka surveinya bakal jeblok, bahkan bisa di bawah AHY,” ujarnya. (rul/*)