Denda PSBB di Depok Sudah Mencapai Rp 109 Juta

KasatpolPP Kota Depok, Lienda (Istimewa)

MARGONDA– Pemerintah Kota Depok mencatat, jumlah denda yang masuk ke kas daerah terkait pelanggaran protokol kesehatan sampai saat ini telah mencapai Rp 109 juta. Angka itu didominasi pelanggaran jam opersional usaha dan penggunaan masker.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny mengatakan, pada periode 5 September 2020 sampai dengan 5 Oktober 2020, pihaknya telah menindak sebanyak 825 tempat usaha dan 3.221 orang yang kedapatan tak bermasker.

“Kalau total yang Rp 109 juta itu dari sejak PSBB Juli sampai saat ini. Jadi total keseluruhan. Kalau detailnya nanti ya saya sampaikan,” jelasnya saat, Selasa 6 Oktober 020

Lienda menegaskan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan patroli dan pengawasan terkait protokol kesehatan. Di antaranya terkait dengan jam operasional kafe, restoran atau rumah makan dan penggunaan masker.

“Untuk kafe ataupun restoran kan ketentuannya sudah ada, hanya sampai jam 8 malam. Nah yang kami tindak ini ada beberapa pelanggaran kaitan dengan jam operasional gitu,” jelasnya

Lienda menegaskan, inti dari penindakan bukan untuk membebani seseorang, tapi ingin memberikan pemahaman atau menyadarkan masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan ditengah pandemi saat ini.

Ia berharap, dengan adanya razia, masyarakat lebih sadar dan disiplin guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Menurutnya, sanksi itu hanya efek jera, agar seseorang tidak mengulangi kesalahan yang sama dan berdampak kepada banyak pihak.

“Masyarakat harus kita gugah tingkat kedisiplinannya. Masker sudah kewajiban dan kebutuhan saat ini. Dengan bermasker, melindungi diri sendiri dan orang lain.”

Untuk diketahui, angka kasus positif di Kota Depok totalnya telah mencapai 5.013 kasus, sembuh 3.454 orang, dan meninggal dunia 143 orang sampai dengan Selasa 6 Oktober 2020. (rul/*)