Demo Uang Kuliah, Mahasiswa Gunadarma Bawa Pocong ke Kampus

Demo mahasiswa Gunadarma (Istimewa)

MARGONDA– Sejumlah mahasiwa Universitas Gunadarma menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus mereka, di kawasan Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat pada Senin, 20 Juli 2020. Ada tiga tuntutan yang disampaikan demonstran, salah satunya menyinggung soal tingginya uang kuliah.

Pantauan dilokasi melaporkan, selain berorasi, puluhan mahasiswa ini juga membentangkan spanduk berisi kecaman dan aksi protes terhadap pihak rektorat kampus.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan teatrikal dan membawa boneka pocong sebagai simbol untuk menuntut keadilan. Aksi protes ini mendapat kawalan ketat aparat kepolisian.

“Ini aksi lanjutan kami, salah satunya kami menuntut pembebasan biaya perkuliahan selama pandemi, karena disini banyak kajian-kajian yang kita temui. Ada banyak ruangan fasilitas kampus yang tidak terpakai dan sudah saatnya potongan uang kuliah terhadap mahasiswa,” kata Jack Sinaga, salah satu kooordinator aksi dari Aliansi Mahasiswa Gunadarma

Selain soal uang kuliah yang dirasa membebani, mahasiswa juga menagih janji terkait kesepakatan aksi pada 9 Maret lalu, yang salah satunya menyinggung transparansi keuangan. Kemudian, demonstran juga menuntut pihak kampus untuk membebaskan biaya penyelenggaraan pendidikan dan memberikan subsidi kuota internet.

“Kami juga menuntut kampus di seluruh jurusan untuk mengeluarkan kebijakan yang jelas mengenai penelitian ilmiah dan skripsi,” katanya

Lebih lanjut Jack mengungkapkan, biaya kuliah di Universitas Gunadarma bervariasi dan angkanya tinggi. Per-semester ada yang kisaran Rp 9 juta hingga sekira Rp 15 juta.

“Sejauh ini pemotongan hanya ada Rp 300 ribu,” keluhnya

Jika tuntutan tidak digubris, Jack mengancam akan ada aksi unjuk rasa lanjutan dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.

“Hari ini tidak digubris, maka kami akan membawa lebih banyak lagi, kita juga akan membawakan ini ke DPRD Depok komisi IV, kita akan membawa kan ini wali kota dan dinas pendidikan dan kita akan membawakan kasus ini komisi X DPR dan Kemendikbud.”

Sayangnya, hingga aksi itu berakhir tak satupun perwakilan dari pihak rektorat Gunadarma bersedia memberikan keterangan. Bahkan, ketika awak media mencoba melakukan konfirmasi, pihak kampus juga belum memberikan respon. (rul/*)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here