Demo Mahasiswa Tangerang, Polisi Banting Demonstran Hingga Kejang

Polisi membanting mahasiswa saat membubarkan demo di Kantor Bupati Tangerang, Banten, Rabu 13 Oktober 2021. (Istimewa)
Polisi membanting mahasiswa saat membubarkan demo di Kantor Bupati Tangerang, Banten, Rabu 13 Oktober 2021. (Istimewa)

DepokToday – Unjuk rasa yang dilakukan kelompok mahasiswa di depan Kantor Bupati Tangerang, Banten, Rabu 13 Oktober 2021 berujung ricuh. Antara demonstran dan polisi saling dorong dan suasana berubah jadi panas.

Dari rekaman video yang berhasil didapat DepokToday, aksi saling dorong antar mahasiswa dan aparat kepolisian pun berujung penangkapan sejumlah massa aksi yang diduga sebagai provokator.

Polisi yang kesal pun mengerumuni setiap mahasiswa yang tertangkap dan tak sedikit melayangkan bogeman dan tendangan kepada para mahasiswa itu.

Yang menjadi sorotan adalah aksi polisi berpakaian serba hitam lengkap dengan helm membanting seorang mahasiswa yang terus memberontak saat ditangkap.

Baca Juga: Aksi Mahasiswa UI, Peragakan Jadi Rektor hingga Membakar Fotonya

Dari rekaman video terlihat mahasiswa itu seketika tak bergerak dan beberapa saat kemudian tubuhnya kejang-kejang diduga akibat hempasan kencang tubuhnya yang membentur aspal.

Konsentrasi massa pun beralih kepada sang mahasiswa yang terus kejang-kejang akibat perlakuan sang polisi tersebut.

Dilansir dari CNNIndonesia, aksi unjuk rasa mahasiswa dari berbagai kelompok itu berujung ricuh karena massa berusaha maju untuk terus-menerus mendekati dan masuk ke Kantor Bupati Tangerang.

Dalam tuntutannya, para pendemo meminta Pemkab Tangerang segera menyelesaikan persoalannya saat peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389 salah satunya persoalan Peraturan Bupati nomor 47 tahun 2018 tentang pembatasan jam operasional angkutan tambang.

Alhasil, proses itu berujung saling dorong antara demonstran dengan aparat kepolisian. Usai saling dorong tersebut, beberapa mahasiswa digelandang aparat kepolisian menuju Polres Tangerang Kota.

Wakapolresta Tangerang, Ajun Komisaris Besar Polisi Leonard M Sinambela menyatakan pihaknya melakukan pengamanan unjuk rasa. Namun saat ditanya berapa jumlah massa aksi yang diamankan tersebut ia belum mengungkapkan.

“Ya, Polresta Tangerang pengamanan unjuk rasa, makasih. Polresta Tangerang mengamankan unjuk rasa,” ujar Leonard.

Sementara itu, Kabid Trantibum Satpol-PP Kabupaten Tangerang, Widodo menuturkan, adanya mahasiswa menyampaikan aspirasi di kegiatan HUT Kabupaten Tangerang.

Terdapat 3 kelompok mahasiswa yang sudah hadir, selain dalam kondisi pandemi COVID-19 sehingga kerumunan dilarang.

“Aspirasi boleh tapi dengan cara-cara yang baik. Karena kondisi dorong-dorongan ya mereka (mahasiswa) diangkut diamankan dahulu ke Polres,” katanya.

Baca Juga: Singgung Soal Rangkap Jabatan Rektor, BEM UI Turun ke Jalan

Ia mengatakan terdapat dua kelompok mahasiswa lagi dijaga. Total ada 5 kelompok mahasiswa dari berbagai organisasi melalukan unjuk rasa. Sementara jumlah massa yang diangkut polisi belum diketahui secara pasti.

“Saya enggak hitung. Tapi itu ada satu mobil penuh. Itu tersebar dari lima kelompok. Yang dua lagi di sana (Gedung DPRD) sedang dijaga. Di sini (Kantor Bupati) sudah diangkut,” ungkapnya. (ade/*)