Delapan Kasus Pembunuhan Tuntas di 2019

Polres Metro Depok ungkap sederet kasus di 2019 (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Aparat kepolisian mencatat, dalam setahun setahun terakhir telah terjadi sebanyak enam kasus pembunuhan sadis di Kota Depok. Rata-rata, motifnya adalah ekonomi alias korban perampokan.

Dari sejumlah kasus yang terjadi itu, Polres Metro Depok telah berhasil mengungkap seluruhnya. Bahkan, dua kasus menonjol yang terjadi pada 2018 lalu, berhasil diungkap pada tahun ini.

“Jadi kasus pembunuhan ada enam dan terungkap delapan karena ada data kasus pembunuhan di tahun 2018 yang baru terungkap sekarang.

Artinya lebih dari 100 persen perkara bisa diselesaikan pada tahun ini,” kata Kapolres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi, Azis Andriansyah pada wartawan, Jumat 27 Desember 2019

Azis pun tak menampik ada beberapa perkara yang masih saja terjadi, seperti begal, pencurian dengan kekerasan, aksi brutal geng motor hingga perkelahian antar pelajar.

“Namun alhamdulillah memang mengalami penurunan. Tentu kita perlu upaya upaya yang lebih keras lagi dari apa yang telah kita lakukan di tahun 2019 ini,” ujarnya

Azis membeberkan, pada 2018 lalu tindak kriminalitas di Kota Depok mencapai 2.528 kasus, sedangkan di tahun 2019 tercatat ada 2.220 kasus tindak pidana. Dengan demikian telah terjadi penurunan kasus sebanyak 308 perkara.

Dari sejumlah kasus tersebut, delapan pelaku diantaranya terpaksa dihadiahi timas panas alias ditembak lantaran melawan dan dianggap kerap meresahkan masyarakat.

“Untuk tindakan tegas kita itu ada tegas terukur sesuai dengan sop dan peraturan tentunya.”

Dan dari delapan pelaku yang ditembak itu, satu diantaranya tewas setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

“Sebagian besar (yang ditembak) itu adalah pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) dan curanmor. Itu ada sebagian jadi begal dan sebagian mencuri kendaraan bermotor namun membawa senjata api,”  kata pria yang sempat menjabat sebagai Sekpri Kapolri tersebut.

Terkait dengan kejadian atau tindak kejahatan di Kota Depok, Azis pun mengajak peran serta masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga keamanan lingkungannya masing-masing.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak memancing terjadinya tindak pidana, seperti menggunakan perhiasan berlebihan dan melengkapi lingkungannya dengan cctv serta menghidupkan kembali siskamling.” (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here