DEEP Desak Transparansi Proses Pemilihan Sekda Depok, Ini Tujuannya

Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahiddinillah singgung soal transparansi pemilihan Sekda Depok. (Foto: Istimewa)
Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahiddinillah singgung soal transparansi pemilihan Sekda Depok. (Foto: Istimewa)

MARGONDA- Lembaga kebijakan publik, Democracy And Electoral Empowerment Patnership atau DEEP, Kota Depok, mendesak proses pemilihan calon sekda dilakukan secara transparan. Hal ini dinilai penting agar dapat diawasi langsung oleh seluruh lapisan.

Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahiddinillah berharap, proses pemilihan sekda (sekertaris daerah), harus dipublikasikan setiap tahapanya sehingga masyarakat mengetahui dan bersama-sama ikut mengawasi.

“Warga Kota Depok harus mengetahui calon-calon yang nanti daftar sehingga dapat mengatahui integritas, profesionalitas dan tentu saja kualitas calon-calon sekda ini,” katanya dikutip pada Jumat 21 Mei 2021.

Menurut Fajri, dengan transparannya proses pada tahapan pemilihan sekda akan mencegah berbagai kepentingan politik.

“Tes administrasi, kesehatan, penulisan masalah, assessment, tes wawancara. Tahapan itu harus terbuka hasilnya, dan diumumkan ke publik,” ujarnya.

Baca Juga: Disdik Bocorkan Peraturan Baru PPDB Depok Tahun Ajaran 2021/2022

Kemudian, lanjut Fajri, akan jauh lebih baik apabila rekam jejak para kandidat sekda dipublikasikan ke media sehingga masyarakat dapat melihat nama atau sosok yang mencalonkan diri.

Balai Kota Depok (Foto: Depoktoday.com)
Balai Kota Depok (Foto: Depoktoday.com)

“Sehingga masyarakat bisa melaporkan jika ada temuan perihal rekam jejak kandidat,” jelasnya.

Proses Pemilihan Sekda Depok

Berdasarkan informasi yang beredar, pengumumaan pendaftaran seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Sekda Kota Depok tahun 2021 berlangsung sejak 7 Mei-24 Mei 2021. Namun hingga kini belum jelas siapa saja kandidat yang mendaftar.

Sementara itu, untuk diketahui, kursi nomor orang ketiga di Kota Depok itu saat ini diisi oleh pejabat sementara, oleh Sri Utomo. (rul/*)