Data COVID Depok Hari Ini 401 Kasus, Meninggal 6 Orang  

Data COVID hari ini, Kamis 17 Juni 2021. (Depoktoday.hops.id)
Data COVID hari ini, Kamis 17 Juni 2021. (Depoktoday.hops.id)

MARGONDA- Penyebaran COVID-19 di Kota Depok masih terus melonjak. Data pemerintah setempat mencatat, jumlah kasus pada hari ini naik hingga 401 orang, sementara jumlah yang meninggal bertambah 6 orang pada Kamis, 17 Juni 2021.

Adapun rincian data COVID yang diunggah situs Pemerintah Depok sampai dengan hari ini yaitu, jumlah terkonfirmasi positif total keseluruhan 53.008 orang, pasien aktif 2.844 orang, pasien sembuh 49.171 orang dan meninggal 993 orang.

Sedangkan kemarin, jumlah terkonfirmasi positif total keseluruhan 52.607 orang, pasien aktif 2.527 orang, pasien sembuh 49.093 orang dan meninggal 987 orang, Rabu 16 Juni 2021.

Dengan demikian, telah terjadi penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 401 orang, pasien aktif 317 orang, sembuh 78 orang dan meninggal dunia 6 orang hanya dalam waktu satu hari terakhir.

Baca Juga: Jumlah Korban Meninggal COVID di 10 Kab-Kota Jabar, Depok Diposisi Ini

Kondisi ini telah menyebabkan sejumlah rumah sakit rujukan nyaris penuh. Sementara ketersedian tempat karantina di Wisma Makara UI dan Pusat Studi Jepang, untuk warga Depok dalam kondisi full.

Pasien tanpa gejala yang ingin menjalani isolasi di dua tempat tersebut saat ini hanya bisa menunggu alias waiting list.

Data Pasien COVID di Tempat Karantina Depok Hari Ini

Kepala Tempat Karantina Pasien COVID-19 Depok, Denni Romulo mengaku, Wisma Makara UI dan Pusat Studi Jepang UI, dua tempat isolasi pasien OTG saat ini kondisinya telah penuh. Terkait hal itu, pihaknya pun kini terpaksa menerapkan sistem waiting list atau daftar tunggu.

“Iya, sekarang keterisiannya ini lagi waiting list semua. Untuk yang mendaftar masuk itu sudah full 100 persen,” katanya, Rabu 16 Juni 2021.

Denni menegaskan, pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik pada seluruh masyarakat. Mereka yang berada di sini biasanya menjalani perawatan selama sekira 10 hari.

“Kita sifatnya begini kia semua menerima orang yang daftar dan kita susun dalam waiting list yang ditulis oleh nakes (tenaga kesehatan), nanti diliat penyakit berat atau tidak, nanti difilter oleh nakes.”