Data COVID Depok 24 Juni, Terkonfirmasi 561 Kasus, Jubir: Sangat Berat

Data COVID Depok, Kamis 24 Juni 2021. (DepokToday.com)
Data COVID Depok, Kamis 24 Juni 2021. (DepokToday.com)

DEPOK- Jumlah penyebaran kasus COVID-19 di Kota Depok hingga kini masih di atas 500 kasus per hari, sampai dengan periode Kamis, 24 Juni 2021. Ironisnya, tren kasus itu terjadi sejak lebih dari sepekan terakhir.

Adapun data atau rincian kasus sampai dengan saat ini yaitu, untuk terkonfirmasi totalnya telah mencapai 56.906 kasus, pasien aktif 5.850 orang, sembuh 50.025 orang dan meninggal dunia 1.031 orang.

Sedangkan data kemarin, pemerintah setempat merilis jumlah terkonfirmasi 56.345 kasus, pasien aktif 5.449 orang, sembuh 49.869 orang, dan meninggal 1.027 orang.

Dengan perbandingan angka tersebut, dalam satu hari telah terjadi penambahan jumlah terkofirmasi COVID-19 di Depok sebanyak 561 kasus, pasien aktif 401 orang, sembuh 156 orang dan meninggal 4 orang pada Kamis 24 Juni 2021.

“Coba kita sama-sama berpikir, untuk hari ini BOR (bed occupancy ratio) ICU sudah mencapai 101,82 persen dan BOR isolasi 93,24 persen. Kondisi di hilir ini sudah sangat berat, maka di hulu harus kita intervensi secara extra ordinary,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Data COVID Depok 24 Juni Masih Tinggi

Meski tren kasus terus mengalami kenaikan, namun Dadang menyebut Depok sampai saat ini masih pada level atau status zona oranye.

“Kami sudah tanyakan ke satgas pusat, dimana ketika tren kasus naik, BOR tinggi dan lain-lain, tetapi score zonasi daerah terutama di kabupaten atau kota Jabar rata-rata malah score nya lebih baik dibanding minggu sebelumnya,” jelas dia.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota Depok telah melakukan pengetatan berbasis PPKM Mikro sebagai upaya untuk menekan penyebaran COVID-19.

Nakes Kewalahan

Selain rumah sakit, dan tempat isolasi, tempat yang juga jadi kebutuhan mendesak saat ini adalah puskesmas. Kondisi terjadi akibat lonjakan kasus COVID-19. Hal itu terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Depok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dokter Novarita bahkan mengakui, keterbatasan tempat bukan hanya terjadi pada rumah sakit dan tempat isolasi, tapi juga puskesmas. Banyaknya jumlah pasien membuat tenaga kesehatan (nakes) keteteran. Baca selengkapnya di sini: Kepala Dinkes Ungkap Kondisi Nakes Puskesmas di Depok: Keteteran (rul/*)