Dangdutan di Kuburan Bikin Geger, PolPP Bertindak

Area pemakaman yang menjadi lokasi dangdutan (istimewa)

PANMAS– Jagat dunia maya dihebohkan dengan adanya kegiatan musik dangdut yang berlangsung di salah satu area tempat pemakaman umum atau TPU, di wilayah Pancoran Mas, Depok. Ironisnya lagi, kegiatan itu dilakukan nyaris bersamaan dengan adanya prosesi penguburan salah seorang warga setempat.

Sontak, video berdurasi pendek yang saat ini sedang viral itu menuai kritik pedas dari sejumlah netizen. Mereka rata-rata menyayangkan prilaku sejumlah orang yang justru asik menikmati hiburan musik ditengah suasana duka tersebut.

Tak hanya di dunia maya, sikap protes rupanya juga diutarakan oleh salah seorang warga setempat yang merupakan penjaga makam. “Bukan saya doang (yang keberatan), semua masyarakat disini saya rasa juga keberatan,” kata Fuad saat ditemui di lokasi kejadian pada Jumat 13 Maret 2020.

Pria paruh baya ini menilai, apa yang dilakukan sekelompok orang tersebut tidaklah beradab. “Inikan makam umat Islam yang harus bener-benar kita hargai, orang dari agama lainn aja menghargai. Disini ada orangtua kita, ada nenek kakek kita disitu (di kubur). Sedangkan anak-anaknya masa pada begitu.”

Fuad mengatakan, video yang viral saat ini terjadi pada Minggu 8 Maret 2020. Tak tanggung-tanggung, kegiatan bermain musik itu berlangsung dari sore, hingga larut malam. Usut punya usut, rupanya itu bukan kali pertama terjadi. “Sudah lama juga. Pokoknya mereka mah se-enaknya aja, se-enak udel kalau kata orang Betawi mah,” ucap dia

Fuad menduga, mereka bukanlah warga asli sini. Terkait hal itu, ia pun berharap ada tindakan tegas dari pemerintah ataupun aparat terkait jika kegiatan tersebut kembali terjadi.

“Saya setiap ada itu udah beberapa kali negor, tapi tetep aja. Harapan saya sbg pengurus makam disini ya petugas atau kepolisian saat itu ya datang ke tempat ini. Biar pada jera saja. Enggak bikin dangdutan mulu di situ (di makam).”

Pantauan dilokasi melaporkan, selain sempat dibuat bising dengan adanya kegiatan musik dangdut, sebagian area sekitar makam juga terlihat tak terawat. Banyak tumpukan sampah sisa-sisa botol minuman dan botol bekas lainnya bercampur dengan sampah plastik.

“Saya inginnya ini sekitar makam di pagarin sajalah yang tinggi, biar enggak ada yang sembarangan masuk. Lihat saja disebelah sana, kotor banget banyak sampah,” katanya

Ditindak PolPP

Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) akhirnya turun tangan pasca viralnya aksi sekelompok orang yang melakukan kegiatan musik di kawasan itu.

Kepala SatpolPP Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany mengungkapkan, pihaknya sengaja mendatangi langsung lokasi kejadian untuk memastikan kabar atau informasi yang belakangan dikeluhkan sejumlah warga terkait adanya kegiatan musik di lokasi pemakaman.

“Sebetulnya ini spontanitas juga karena adanya keluhan masyarakat di medsos (media sosial), terus kami cek ke lapangan,” katanya pada Jumat sore, 13 Maret 2020

Lienda mengungkapkan, di lokasi dirinya mendapati begitu banyak tumpukan sampah berserekan. Dan ini adalah salah satu yang menjadi keluhan warga sekitar

“Ternyata memang benar sedikit kurang terjaga, banyak sampah. Karena itu kami tergerak mengajak masyarakat lingkungan sekitar membersihkan sampah yang seharusnya tak dibiarkan dan memberikan pemahaman pada mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan.”

Menurut keterangan sejumlah warga pada petugas, sampah-sampah tersebut dibuang oleh warga dari luar lingkungan sekitar.

“Katanya ada yang buang sampah sambil lewat naik motor, nah itu kami bilang amankan saja laporkan ke Satpol PP, kami juga penegak perda,” janjinya

Ketika disinggung soal kegiatan musik dangdut di tengah kuburan yang sedang viral, Lienda mengaku pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan.

“Dari keterangan sementara, itu adalah gerobak dangdut yang biasa berkeliling. Jadi bukan acara dangdut yang menggelar panggung gitu, saya juga kaget. Ditambah ada warga yang memang sedang cek sound miliknya di kuburan, jadi terlihat seperti dangdutan,” paparnya

Meski demikian, Lienda menegaskan kegiatan tersebut tidak bisa dibenarkan karena dilakukan di lokasi yang tak lazim, yakni di area pemakaman yang harusnya dijaga.

“Ini lebih ke adab ya, kita kan harus menjaga adab di pemakaman. Intinya kami imbau pada masyrakat agar tak lagi terulang hal seperti ini, dan tentunya menjaga kebersihan makam serta laporkan bila ada temuan (dangdut) lagi.” (rul/*)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here