Dana Bansos dari Pusat Rp 3,4 Triliun, Jatah Depok Paling Banyak

Mensos bagikan sembako di Sawangan, Depok (Istimewa)

SAWANGAN– Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah menyiapkan anggaran bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 sebesar Rp 3,4 triliun. Dana tersebut digelontorkan dalam bentuk sembako dan disebar untuk sejumlah daerah. Salah satu kota yang menerima cukup banyak perhatian itu adalah Depok, Jawa Barat.

“Depok salah satu penerima bansos (bantuan sosial) cukup banyak, sekitar 170-an ribu KK (kepala keluarga),” Kata Mensos RI, Juliari Batubara saat memberikan langsung bantuan tersebut pada sejumlah warga di wilayah Sawangan, Depok, Selasa sore, 26 Mei 2020.

Juliari menuturkan, bansos yang diberikan pada rakyat tidak hanya berasal dari Kemensos, namun adapula dari pemerintah provinsi dan pemerintah kota atau kabupaten.

“Jadi ini semua tadi saya tanya-tanya ke lurah, sudah diatur bantuannya. Ke Dinsos pemkot juga begitu, siapa yang dapet ini itu. Dari kami, utamakan yang paling terdampak, yaitu yang awalnya punya pekerjaan kemudian tiba-tiba kehilangan pekerjaan dan dia bukan penerima bansos-bansos reguler selama ini.”

Juliari menyebut, khusus bantuan dari Mensos, saat ini sudah masuk tahap tiga. Ketika ditanya berapa anggaran yang telah digelontorkan Juliari mengaku tidak hafal.

“Ini sudah tahap ketiga, saya enggak ingat berapa tapi tahap 1 kan sembako, kedua beras 25 kilo, nah ini tahap 3 sembako lagi. Nanti tahap 4 beras lagi, 5 dan 6 sembako lagi,” katanya

Dengan enam tahap penyaluran bansos tersebut, kata Juliari, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 3,4 triliun. Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang membutuhkan.

“Kita sih mengharapkan semuanya, tapi kan anggaran terbatas. Tapi kalau kita lihat di lapangan saya cukup sering lihat ke lapangan, sejuah ini sebagian besar sudah sesuai dengan perencanaan, kalau pun ada satu atau dua masalah itu dapat diperbaiki. Ya maklumlah orang segini banyak,” ujarnya

Terkait hal itu, pihaknya berharap ada evaluasi secara rutin dari pemerintah daerah.

“Tinggal nanti dari daerah kita percayakan bagaimana penataan berikut yang lebih baik. Bahkan saya sangat mengapresiasi beberapa daerah ada yang merasa tidak perlu, dialihkan ke keluarga lain yang memerlukan. Ini kan luar biasa, saya apresiasi sekali,” katanya. (rul/*)