Dampak Pandemi, Kos-kosan di Depok Dijual Murah oleh Pemiliknya, Berminat?

Ilustrasi kos-kosan dijual. (Istimewa)

DepokToday – Selain kesehatan, sektor bisnis menjadi dampak terbesar yang dilahirkan akibat pandemi COVID-19. Utamanya pada sektor bisnis bidang akomodasi seperti kos-kosan atau penginapan sejenisnya.

Meski sebagian masyarakat menganggap kos-kosan sebagai tempat strategis melakukan isolasi mandiri, rupanya tidak di Kota Depok.

Bisnis kos-kosan di Kota Depok ‘ibarat diikat tali sehasa’ alias keadaannya yang sangat terbatas. Maka tak jarang yang melego asetnya atau menyewakan dengan harga yang sangat miring.

Seperti yang terjadi di kawasan Universitas Indonesia (UI). Deretan bangunan kos-kosan disana banyak yang ditinggalkan penghuninya pulang kampung.

Alasannya, karena tak ada lagi aktivitas perkuliahan secara tatap muka selama pandemi COVID-19 melanda, sehingga tak perlu menyewa kos-kosan dekat kampus.

Baca Juga: Sejumlah Cewek Kepergok Bapak Kosan Berendam, Endingnya Begini

Pemilik kos-kosan pun hanya bisa gigit jari. Bantuan pemerintah tiap bulan yang diberikan sebagai dampak COVID-19 rupanya tidak mampu membiayai segala operasional bisnis ditambah lagi pengeluaran setiap hari.

Jalan satu-satunya, pemilik kos-kosan menjual asetnya dengan harga miring. Mulai dari Kukusan Teknik dan Kukusan Kelurahan, Beji hingga Jalan Margonda Raya seperti Gg. Kober, bahkan hingga area Kelapa Dua.

Ibarat etalase raksasa, masyarakat bisa memilih seenaknya properti mana yang akan dibeli. Tentu, bagi mereka yang memegang uang, saatnya jadi peluang untuk investasi masa depan mendapatkan properti murah.

Dilansir dari CNBC Indonesia, di Kukusan Teknik, terdapat sebuah kosan dengan luas tanah 130 meter persegi dan luas bangunan 250 meter persegi dengan harga sewa per kamar Rp 600 ribu. Namun, pemilik juga mencantumkan minusnya yakni tidak ada carport mobil.

“Sewa terisi 4 pintu karena pandemi. Sebelum pandemi selalu terisi sebagian kamar. Ada yang perlu renovasi karena lama tak dihuni. Harga Rp 1,3 miliar,” tulis penjual.

Baca Juga: Ekonomi Lesu Akibat Covid 19, Ini Pesan Anggota Komisi B DPRD Depok untuk Pelaku Usaha

Dalam portal berita itu disebutkan pula, masih di area yang sama, tepatnya di Jalan Carita Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, terdapat pula kos-kosan dijual dengan jumlah kamar sebanyak 6 kamar, luas tanah mencapai 200 meter persegi dan luas bangunan 116 meter persegi.

“Rp 1,5 miliar, kosan dijual cepat BU (butuh uang) di Depok nego sampai deal,” tulis penjual.

Kos-kosan di Kota Depok yang dijual pemiliknya dalam situs jual beli online. Foto: Tangkapan layar olx.co.id
Kos-kosan di Kota Depok yang dijual pemiliknya dalam situs jual beli online. Foto: Tangkapan layar olx.co.id

Sementara itu di jalan Margonda terdapat pula kos-kosan seluas 502 meter persegi, dengan luas bangunan 360 meter persegi, jumlah kamar dan kamar mandi masing-masing 16, serta ukuran kamar 3×3 dengan harga Rp 3,5 miliar.

Pemiliknya menjanjikan omset per tahun Rp 134 juta dengan sewa kamar per bulan Rp 700 ribu per 1 orang atau Rp 900 ribu per 2 orang. Telah bersertifikat hak milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Juga di wilayah Kelapa Dua, terdapat sebuah kosan dengan 18 kamar tidur dan 18 kamar mandi dibanderol Rp 2,3 miliar. Luas Bangunan 400 meter persegi dan luas lahan 240 meter persegi. (CI/ade/*)