Damkar Depok Catat Kasus Kebakaran Naik, Ini Cara Cegah Kejadian

Ilustrasi kebakaran (istimewa)

DepokToday – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok mencatat adanya kenaikan kasus kebakaran yang terjadi di Kota Depok dua pekan belakangan ini.

Walau tidak menyebutkan jumlah pasti berapa kenaikan kasus kebakaran di Deppok yang ada, tapi mereka meminta warga untuk selalu waspada.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Gandara Budiana membenarkan jika kasus kebakaran lebih banyak terjadi dua pekan terakhir. Hal itu kata dia, tidak lepas dari perawatan rutin instalasi yang tidak baik dilakukan.

Gandara membagikan cara yang paling tepat untuk menghindari rumah atau bangunan dari bahaya kebakaran.

Terpenting menurut dia, pemilik bangunan tidak boleh lupa melakukan pengecekan rutin instalasi listrik. Sebab, menurut dia, mayoritas kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

“Warga agar lebih waspada terhadap bahaya kebakaran karena kita tidak tahu kapan bisa terjadi. Lakukan pengecekan Jaringan Listrik secara rutin karena sebagian besar kebakaran diakibatkan dari Arus Pendek,” ungkap dia.

Sebagi infomasi, untuk di Kota Depok, pada dua pekan ini, lebih dari tiga kasus kebakaran terjadi, baik itu pada rumah tinggal, gedung atau gudang penyimpanan.

Selain kenaikan kasus kebakaran bisa terjadi karena arus listrik, kebakaran juga bisa terjadi karena penyebab lainnya, berikut ini cara yang bisa dilakukan agar bangunan seperti rumah, kantor, sekolah, atau gudang tidak terbakar dari berbagai sumber:

Baca Juga: Novel Bamukmin Klaim Calon Terkuat Presiden, Begini Hitungannya

1.Waspadai Penengaran Api ketika Mati Lampu
Ketika mati lampu dan menggunakan penerangan api seperti lilin dan lampu tempel semprong / petromak maka jangan pernah lalai untuk mengawasi lampu tersebut dan tidak menaruh di tempat sembarang yang bisa jatuh atau berpindah tempat sehingga bisa membakar benda mudah terbakar yang ada di sekitarnya. Awasi pula penggunaan anti nyamuk bakar.

2.Hati-hati Puntung Rokok
Tidak membuang puntung rokok sembarangan. Pastikan rokok telah mati total sebelum dibuang ke tempat sampah. Rokok 99 persen memberikan masalah daripada manfaat, sehingga sebaiknya jangan merokok agar tidak rugi.

3.Waspada Anak-Anak dan Lansia
Jauhkan benda-benda yang berapi atau yang dapat mengeluarkan api. Paling tidak ada orang dewasa yang mengawasi seperti bermain korek api, korek gas, kembang api, petasan, obat nyamuk bakar.

Serta benda-benda yang mengeluarkan api dan panas seperti kompor gas, kompor minyak, setrikaan, dispenser air, pemasak nasi, dan lain-lain. Anak-anak sangat berpotensi bertindak ceroboh yang bersifat fatal.

4.Perangkat Listrik dan Perangkat Api
Rawat dengan baik dan rutin kompor gas, setrikaan, mejik jar, solder, kabel-kabel listrik dan perangkat listrik dan api lainnya.

Jaringan listrik di rumah, kantor, dll jika sudah usang sebaiknya dilakukan penggantian total dengan mengganti seluruh perangkat jaringan listrik diganti dengan yang berkualitas bagus dan baru demi keamanan dari korsleting listrik (hubungan arus pendek).

Hindari mencuri listrik pln agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti misal kesetrum dan konslet listrik. (lala/*)