COVID Alat Perang Biologi, Gatot Nurmantyo: Bisa Dirasakan

Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo (Foto: Istimewa)
Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo (Foto: Istimewa)

DepokToday- Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo sempat mengatakan, TNI sudah bertahun-tahun lalu mengantisipasi skenario perang biologi. Lalu apakah ada kaitannya dengan pandemi COVID-19 saat ini.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com dalam wawancara dengan FNN TV, Gatot Nurmantyo akhirnya menjawab soal apakah ada relasi pandemi COVID-19 sebagai bagian dari perang biologi.

“Itu tak bisa dibuktikan tapi bisa dirasakan,” katanya Gatot dikutip Selasa 10 Agustus 2021.

Gatot mengatakan sejatinya TNI sudah mengantisipasi potensi perang biologi bertahun-tahun lalu. Pada 24 Oktober 2017, Gatot Nurmantyo yang kala itu masih menjabat sebagai Panglima TNI, mengingatkan kepada dokter militer sedunia soal potensi terjadinya perang biologi.

Vaksin Sinovac untuk Depok. Vaksin itu kini juga disediakan untuk orang gangguan jiwa. (DepokToday.com)
Vaksin Sinovac untuk Depok. Vaksin itu kini juga disediakan untuk orang gangguan jiwa. (DepokToday.com)

Menurut Gatot, perang biologi itu akan melumpuhkan sebuah negara dan negara lain bakal ikut terdampak.

Baca Juga: Direktur DEEP Indonesia Diganti, Sekarang Dipimpin Perempuan

Dua tahun sebelum pertemuan dokter militer itu, Gatot Nurmantyo mengatakan, sejak 2015 TNI sudah mengantisipasi potensi perang biologi belajar dari kejadian virus flu burung atau SARS di Hong Kong.

“Sejak 2015 kita sudah diskusikan berdasarkan SARS di Hong Kong, TKI kita banyak di sana kok nggak kena. Kita lihat semacam (serang) genetika tertentu, mana ada ya, kita curigai begitu,” katanya.

Gatot Nurmantyo Cetak Dokter

Makanya Gatot yang kala itu menjabat KSAD bergerak. Bersama Panglima TNI dia mengucurkan beasiswa untuk merekrut dokter militer.

Dalam kurun 2015-2016, TNI memberikan beasiswa kepada setidaknya 70 dokter untuk ditempatkan di militer.

Kemudian jumlahnya naik, kurun 2017 sampai akhir 2018, setidaknya TNI telah mencetak 1000 dokter militer.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Universitas Pancasila, Jakarta. (DepokToday.com)
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Universitas Pancasila, Jakarta. (DepokToday.com)

Nah dokter-dokter itulah yang sekarang ini diterjunkan salah satunya di Wisma Atlet untuk penanganan COVID-19.

“Maka perang biologi itu yang kita siap, pertama itu tenaga kesehatan, vaksin, obat. Hal ini vaksin mudah-mudahan dalam waktu dekat vaksin Nusantara bisa, walau epidemi tak bisa selesai dengan vaksin, tapi bisa kurangi,” katanya.

Gatot mengaku tak punya bukti juga siapa yang melakukan perang biologi ini, namun dia menegaskan kembali dampak perang biologi ini telah dirasakan penduduk dunia.

“Saya tak bisa katakan perang biologis ini siapa yang melakukannya, saya belum bisa menentukan itu. Tapi dampaknya jelas seperti perang biologi, semua negara terkena,” tuturnya. (rul/*)