COVID-19 Terus Mewabah, DKR Kota Depok: Kurangnya Edukasi ke Masyarakat

Ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan (kanan), menyerahkan paket lebaran kepada warga. (Foto: DepokToday/Hen)
Ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan (kanan), menyerahkan paket lebaran kepada warga. (Foto: DepokToday/Hen)

DepokToday – Ketua Dewan Kesehatan Rakyat atau DKR Kota Depok Roy Pengharapan menyebut, hingga hari ini belum ada pemahaman secara jelas kepada masyarakat bagaimana cara menanangani dan mengobati COVID-19 yang terlanjur menyerang tubuh.

Akibatnya, timbul kecemasan dan kekhawatiran berlebih pada tataran masyarakat tentang virus yang berasal dari Wuhan, China tersbut.

“Karena ketidaktahuan masyarakat itulah yang menyebabkan ketakutan dan kepanikan. Untuk itu masyarakat perlu diberikan edukasi agar paham dan mengerti bagaimana cara menghadapi Covid-19,” kata Roy, Jumat 13 Agustus 2021.

Baca Juga: DKR Depok Salurkan 169 Paket Lebaran untuk Warga

Padahal, kata Roy, terus mewabahnya COVID-19 seiring dengan penambahan kasus baru setiap harinya disumbang salah satunya karena ketidaktahuan masyarakat dan minimnya edukasi dari pemerintah.

“Inti dari persoalan wabah ini adalah ketidaktahuan masyarakat, karena sejatinya logika (dapat) mengalahkan kepanikan, dan ilmu pengetahuan mengalahkan ketakutan,” kata Roy.

Berbekal pengalaman pribadinya, Ketua DKR Kota Depok ini mengatakan, pengobatan dan penanganan penyakit COVID-19 sebetulnya dapat dilakukan dengan bahan yang sederhana dan murah.

“Metodenya sangat sederhana dan murah meriah, cocok untuk kalangan rakyat bawah, dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini,” kata Roy.

Roy menyebutnya sebagai ramuan 131 yakni 1 jari jahe, 3 batang sereh dan 1 jari lengkung yang direbus dengan 1 liter air dan diminum pagi dan sore.

“Selain itu juga, cuci hidung menggunakan air garam krosok, cukuplah membantu masyarakat miskin untuk tetap bisa bertahan hidup dalam wabah ini,” kata Roy. (ade/*)