COVID-19 Melonjak, Wali Kota Depok Minta Masyarakat ‘Jaga Kaki’

Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan operasi yustisi dan pemeriksaan rapid test antigen pada pemudik dan warga pendatang guna mencegah penyebaran COVID-19. (Depoktoday.com)
Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan operasi yustisi dan pemeriksaan rapid test antigen pada pemudik dan warga pendatang guna mencegah penyebaran COVID-19. (Depoktoday.com)

DEPOK – Wali Kota Depok Mohammad Idris minta masyarakat melakukan gerakan Jaga Kaki atau Jaga Kampung Kite untuk mencegah lonjakan COVID-19 di Kota Belimbing ini semakin tinggi dan tak terkendali.

“Untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, dilaksanakan gerakan Jaga Kampung Kite atau Jaga Kaki,” kata Idris dalam Surat Edarannya, Jumat 18 Juni 2021.

Baca Juga : COVID-19 Depok Melonjak, Apa Saja Yang Sudah Dilakukan Pemerintah?

Idris mengatakan, kebijakan Jaga Kaki itu terangkum dalam Surat Edaran Wali Kota Depok bernomor 443/234/Kpts/Dinkes/Huk/2021 yang dikeluarkan pada Jumat 18 Juni 2021 tentang Perpanjangan Ketujuh PSBB Proporsional.

“PPKM terhitung mulai tanggal 15 Juni sampai dengan 28 Juni 2021,” kata Idris.

Idris mengatakan, Jaga Kaki adalah kebijakan yang melibatkan organisasi terkecil pada masyarakat yakni Rukun Tetangga (RT). Dan pada gerakan ini juga, Idris menempatkan Satuan Tugas Kecamatan dan Tim Pengawas Kecamatan, Satuan Tugas Kelurahan, TNI POLRI, serta Satuan Tugas Kampung Siaga Tangguh Jaya (KTSJ).

“Jadi pencegahan dan penanganan langsung di Rukun Tetangga (RT),” kata Idris.

Baca Juga : Tolak Anarkisme, Ratusan Jawara Depok Jaga Mal Hingga Stasiun

Sebagai informasi, gerakan Jaga Kampung Kite ini pertama kali dikeluarkan oleh aparat keamanan untuk mengantisipasi kerumunan massa yang hadir untuk demo penolakan pengesahan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law pada tanggal 20 Oktober 2020 lalu.

Jaga Kampung Kite ini memiliki konsep masing-masing warga dilibatkan aktif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan bersama bukan hanya pengurus lingkungan dan pemerintah kota.

Kasus COVID-19 di Kota Depok

Sebelumnya diberitakan, kasus COVID-19 di Kota Depok memang sedang melonjak tajam. Dimulai pada Minggu, 13 Juni 2021 yang saat itu tercatat lonjakan pasien sebanyak 350 kasus, kini jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Depok sudah mencapai 3.232 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, akibat lonjakan kasus tersebut, tingkat keterisian di rumah sakit-rumah sakit se Kota Depok mengalami lonjakan pasien.

Baca Juga : COVID-19 Depok Melonjak, Begini Kondisi di RSUD dan Tempat Karantina

“BOR (Bed Occupancy Ratio) kita saat ini 80 persen. Kami sedang upayakan penambahan tempat tidur isolasi di beberapa RS,” kata Dadang Wihana, kepada wartawan Jumat 18 Juni 2021.

Padahal, kata Dadang, BOR di Kota Depok pada hari Selasa, 15 Juni 2021 masih di kisaran 70 persen. “Tentunya ini merupakan peningkatan yang cukup tajam bila dibandingkan dengan minggu lalu,” kata Dadang. (ade/*)