COVID-19 Melandai, RSUD Depok Kurangi Jumlah Bed Untuk Pasien Virus Corona

RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)
RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)

DepokToday – Rumah Sakit Umum Daerah alias RSUD Kota Depok mulai menggeser tempat tidur khusus pasien COVID-19 ke pasien umum. Hal itu dilakukan karena saat ini tidak banyak pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah itu.

Direktur RSUD Kota Depok Devi Maryori mengatakan, saat ini jumlah pasien COVID-19 yang dirawat disana telah dibawah 10 pasien.

“Iya sudah berkurang, sudah dibawah 10 ya, sementara (bed-nya) dipakai dulu untuk pasien non COVID,” kata Devi dikonfirmasi Rabu 20 Oktober 2021.

Devi mengatakan, saat terjadi gelombang kedua COVID-19 yakni dimulai pada bulan Juni 2021, jumlah bed di RSUD Kota Depok mencapai 138 bed dan mengisi dua lantai rumah sakit tersebut. Kini, dengan berangsurnya penurunan jumlah pasien virus corona, yang disediakan hanya tinggal satu ruangan.

“Untuk COVID-19 kini tinggal satu ruangan kenangan dengan kapasitas 20 pasien dan ICU,” kata Devi.

Baca Juga: RSUD Depok Wilayah Timur Ditargetkan Beroperasi Tahun 2022

Namun begitu, lanjut Devi, tetap diterapkan on off alias, jika terjadi lonjakan kasus, jumlah bed yang sama dengan gelombang kedua akan disediakan lagi.

“Intinya mah, kita on off ya, bisa tetap menyediakan banyak, tapi kita pinjem dulu untuk non COVID, ketika membludak lagi tinggal kita tutup,” kata Devi.

Lebih jauh Devi mengatakan, pihaknya mengaku siap menghadapi gelombang ketiga yang diprediksi akan terjadi pada bulan Desember 2021 mendatang. “Insyaa Allah kita sudah siap, kita belajar dari pengalaman sebelumnya ya (gelombang dua),” kata Devi.

Selain RSUD Kota Depok, Wisma Makara UI juga telah ditutup oleh Pemerintah Kota Depok sebagai lokasi karantina bagi pasien COVID-19. Penutupan secara resmi dilakukan oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris pada Selasa 19 Oktober 2021.

“Alhamdulillah. Kondisi sudah menurun namun tetap harus mengantisipasi dengan menjaga kesehatan, memakai masker dan cuci tangan agar penyebaran COVID-19 tidak lagi terjadi seperti setahun atau enam bulan lalu, ” terang Idris.

Sebagai informasi, dalam beberapa pekan kebelakang, kasus COVID-19 di Kota Depok mengalami penurunan. Trennya terus mengalami perbaikan dalam seminggu terakhir. Hal itu lah yang membawa Depok masuk dalam kategori PPKM Level 2 setelah sebelumnya masuk kedalam zona kuning atau risiko rendah.

Berdasar data dari Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar), per Selasa 19 Oktober 2021, Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Depok hanya 3,71 persen atau terisi 31 dari 835 bed yang tersedia di 22 rumah sakit se-Kota Depok.

Sementara untuk kasus COVID-19 di Kota Depok per 20 Oktober 2021, hanya tersisa 154 kasus aktif yang tersebar di 43 dari 63 Kelurahan se-Kota Depok alias sebanyak 20 kelurahan nihil kasus Covid-19. (ade/*)