COVID-19 Depok Mulai Melandai, PPKM Level 3 Masih Diterapkan, Ini Aturannya

Ilustrasi kematian akibat COVID (Istimewa)
Ilustrasi kematian akibat COVID (Istimewa)

DepokToday – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok telah mencatat berbagai perbaikan selama beberapa pekan kebelakang. Mulai dari turunnya Bed Occupancy Rate (BOR) hingga menghilangnya kasus terkonfirmasi positif di 11 Kecamatan.

Tren menunjukkan, COVID-19 di Kota Depok mulai mereda. Berbagai aktivitas pun mulai dilonggarkan mulai dari Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah sampai membolehkan lagi pusat keramaian seperti mall beroperasi kembali.

Baca Juga: Ada 34 Kasus COVID-19 di PON Papua, Satgas Evaluasi Penyelenggaraan

Tapi, jangan berbangga dulu. Sampai dengan tanggal 13 Oktober 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 masih berlaku di Kota Depok.

Melalui Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Level 3 COVID-19, masyarakat tetap dibatasi aktivitasnya.

Berikut rincian aturan PPKM Level 3 di Kota Depok:

Perkantoran

1. Sektor non esensial

Diberlakukan 25 persen WFO bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

2. Sektor esensial

a. keuangan dan perbankan, beroperasi dengan kapasitas paling banyak 50 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, serta 25 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

b. pasar modal, beroperasi dengan kapasitas paling banyak 50 persen staf.

c. teknologi informasi dan komunikasi, beroperasi dengan kapasitas paling banyak 50 persen staf.

d. perhotelan non penanganan karantina,

– kapasitas maksimal 50 persen dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dan kuning dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk, semetnara pengunjung usia dibawah 12 tahun harus menunjukkan hasil negatif antigen/PCR.

– fasilitas pusat kebugaran dan ruang pertemuan maksimal 50 persen, serta penyediaan makanan dan minuman pada fasilitas itu disajikan dalam box dan tidak ada hidangan prasmanan,

e. industri orientasi ekspor,

– memiliki izin operasional dan mobilitas (IOMKI)

– beroperasi dengan pengaturan shift dengan kapasitas paling banyak 50 persen staf untuk setiap shift di fasilitas produksi/pabrik, 10 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional,

– menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk pengaturan masuk dan pulang,

– makan karyawan tidak bersamaan.

f. sektor pemerintahan, mengikuti ketentuan teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

3. Sektor kritikal

a. kesehatan, keamanan dan ketertiban, beroperasi 100 persen staf tanpa ada pengecualian.

b. penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi dan utilitas dasar, beroperasi 100 persen paling banyak staf , hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan paling banyak 25 persen staf WFO, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: COVID-19 Telah Menghilang di 11 Kelurahan Ini, Berikut Daftarnya

Pembelajaran dan Pelatihan

4. Kegiatan belajar mengajar

Dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri dengan kapasitas maksimal 50 persen kecuali untuk sekolah luar biasa maksimal 62-100 persen dan Paud maksimal 33 persen dengan menjaga jarak 1,5 meter dan maksimal 5 siswa di kelas.

5. Kegiatan seleksi/ujian

Diperkenankan dengan ketentuan peserta hadir paling banyak 30 persen dari jumlah kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat serta penerapan jaga jarak fisik.

Seluruh panitia, peserta, dan staf pendukung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kegiatan seleksi dan menunjukkan hasil negatif PCR H-1 atau antigen saat hari pelaksanaan.

Dilengkapi dengan surat pernyataan panitia bahwa pelaksanaan ujian telah sesuai dengan protokol kesehatan dan ketentuan yang berlaku.

Pertokoan

6. Apotik dan toko obat

Dapat buka selama 24 jam

7. supermarket, pasar tradisional, toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari

Dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Untuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi

8. Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari

Beroperasi dengan kapasitas paling banyak 50 persen dan jam operasi sampai pukul 17.00.

9. Pedagang kaki lima, outlet voucher, pangkas rambut, laundry, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain.

Diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00

10. Pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan

a. kapasitas paling banyak 50 persen dan jam operasional hingga 21.00 WIB dengan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Perdagangan; b. wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai

b. penduduk dengan usia dibawah 12 tahun diperkenankan masuk dengan syarat didampingi orang tua

c. bioskop dapat beroperasi dengan ketentuan hanya kategori hijau dan kuning di aplikasi PeduliLindungi yang boleh, kapasitas paling banyak 50 persen dan pengunjung dibawah usia 12 tahun dilarang masuk.

d. tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan ditutup.

Baca Juga: Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Vaksinasi Penyintas COVID-19, Mulai Level Ringan Hingga Terberat

11. Rumah makan

a. warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 dengan paling banyak pengunjung makan 50 persen dari kapasitas dan dan waktu makan paling lama 60 menit.

b. restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 dengan kapasitas paling banyak 50 persen, satu meja paling banyak 2 orang, waktu makan paling lama 60 menit dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

c. restoran/rumah makan, kafe dengan jam operasional dari malam hari, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat dan jam operasional pukul 18.00 sampai dengan pukul 00.00, dengan kapasitas paling banyak 25 persen, satu meja paling banyak dua orang, dan waktu makan paling lama 60 menit dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

Kegiatan Konstruksi

12. infrastruktur publik

beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

13. non infrastruktur publik

Diizinkan maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Ibadah dan olahraga

14. Tempat ibadah

Dapat mengadakan kegiatan peribadatan berjamaah dengan paling banyak 50 persen dari kapasitas dan 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

15. Kegiatan olahraga

a. kegiatan olahraga dilakukan pada ruang terbuka (outdoor) baik secara individu atau kelompok kecil maksimal 4 (empat) orang, tidak melibatkan kontak fisik dengan orang lain dan tidak secara rutin memerlukan interaksi individu dalam jarak dekat dapat dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan. Untuk kegiatan olahraga pada ruangan tertutup, kegiatan olahraga yang dilakukan secara berkelompok, dan pertandingan olahraga ditutup sementara.

b. fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dibuka dengan jumlah orang 50 persen dari kapasitas maksimal.

c. masker harus digunakan selama melakukan aktivitas olahraga, kecuali untuk aktivitas olahraga yang harus melepas masker, seperti renang. Untuk aktivitas olahraga yang harus melepas masker, maka masker hanya dapat dilepas ketika pelaksanaan aktivitas olahraga.

d. pengecekan suhu dilakukan kepada setiap orang yang masuk ke dalam fasilitas olahraga.

e. fasilitas penunjang seperti loker dan tempat mandi tidak diizinkan digunakan kecuali untuk akses toilet.

Baca Juga: Kasus COVID-19 di 5 Negara Ini Nihil, Begini Cara Mereka Antisipasi

f. pengguna fasilitas olahraga tidak diizinkan berkumpul sebelum maupun sesudah melakukan aktivitas olahraga dan harus tetap menjaga jarak.

g. skrining untuk pengunjung pada fasilitas olahraga wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi

h. fasilitas olahraga yang melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan akan dikenakan sanksi berupa penutupan sementara.

Perjalanan

16. Transportasi umum

Diberlakukan dengan pengaturan paling banyak 70 persen dari jumlah kapasitas tempat duduk dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat serta penerapan jaga jarak fisik.

17. Perjalanan rutin pekerja dengan moda transportasi darat

a. pelaku perjalanan rutin di wilayah Kota Depok dan atau pekerja yang bekerja di wilayah Kota Depok wajib menunjukkan Kartu menunjukkan kartu vaksinasi atau menggunakan aplikasi PeduliLindungi

b. pelaku perjalanan rutin ke luar wilayah Kota Depok, menyesuaikan dengan kebijakan daerah yang dituju.

18. Pelaku perjalanan domestik perjalanan jarak jauh

Harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen H-1 untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

Acara dan Pertemuan

19. Fasilitas umum
Area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya ditutup sementara.

20. Kegiatan seni/budaya, komunitas dan sosial kemasyarakatan

Ditutup sementara, kecuali untuk pengisi acara paling banyak 3 orang pelaku seni.

21. Resepsi pernikahan dan khitanan

Dapat diadakan dengan maksimal 20 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

22. akad nikah/pemberkatan

Dihadiri paling banyak 20 orang, tidak mengadakan makan ditempat dan dengan protokol kesehatan yang ketat

23. takziah

Dihadiri paling banyak 15 orang, dengan protokol kesehatan yang ketat

24. Kegiatan rapat/pertemuan/bimtek/workshop dan sejenisnya

– Dilakukan secara daring.

– khusus rapat/pertemuan untuk kegiatan esensial, kritikal dan mendesak diperkenankan tatap muka dengan pembatasan paling banyak dihadiri 20 orang, menunjukkan sertifikat vaksin atau dengan menunjukkan hasil swab antigen/swab PCR negatif, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

25. kegiatan diluar rumah

Dilakukan dengan tetap memakai masker dua lapis dengan benar dan konsisten serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker.

26. PPKM Mikro di RT/RW Zona Merah

Tetap diberlakukan.

27. Pengaturan tamu/kunjungan

– kunjungan kerja dihentikan sementara.

– perjalanan dinas keluar Kota Depok dihentikan sementara.

– kunjungan keluarga hanya untuk kepentingan kedaruratan.

28. Aktivitas warga

Dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB, kecuali untuk kepentingan kedaruratan dan perjalanan pulang kerja di sektor esensial dan kritikal dengan menunjukkan ID Card.

29. Kegiatan-kegiatan lainnya yang mengumpulkan massa dan kegiatan yang menimbulkan kerumunan

Dihentikan sementara.

Baca Juga: COVID-19 di China Kembali Naik, Warga Diminta di Rumah Aja

(ade/*)