Covid-19 Depok Meroket, GTPPC Salahkan Masyarakat Karena Abai

Juru bicara GTPPC Kota Depok Dadang Wihana saat melakukan pemantauan pos penyekatan di Jalan Raya Bogor, Selasa 25 Mei 2021. Dadang menyampaikan pasien klaster pertemuan sudah sembuh, (Depoktoday)
Juru bicara GTPPC Kota Depok Dadang Wihana saat melakukan pemantauan pos penyekatan di Jalan Raya Bogor, Selasa 25 Mei 2021. Dadang menyampaikan pasien klaster pertemuan sudah sembuh, (Depoktoday)

DEPOK – Juru Bicara Gugus Tugas Percepataan Penanganan Covid-19 atau GTPPC Kota Dpeok, Dadang Wihana salahkan masyarakat karena sebabkan lonjakan kasus yang sangat signifikan yang terjadi pada Minggu 13 Juni 2021.

Dadang mengatakan, jika sebelum-sebelumnya lonjakan kasus hanya 100 hingga 150 perharinya, pada hari Minggu kemarin, lonjakan kasus mencapai 350 satu harinya, ini catatan rekor tertinggi selama tiga bulan kebelakang.

“Saat ini memang aktivitas warga tinggi, warga disinyalir saat ini sudah seperti normal. Coba lihat kepadatan lalu lintas, di pusat-pusat keramaian sudah seperti biasa,” kata Dadang kepada wartawan, Senin 14 Juni 2021.

Baca Juga : Hari Ini, Jumlah Pasien COVID-19 di Depok 2.167 Orang

Dadang mengatakan, masyarakat seolah tidak mengindahkan himbauan-himbauan yang telah dikeluarkan Pemerintah Kota Depok dalam rangka mitigasi penyebaran Covid-19.

“Padahal kita memang ada pengaturan, tapi contoh di sekitar setu, meski pol pp sudah melakukan pengawasan dan tidak boleh ada aktivitas, warga tetap melaksanakan aktivitas,” kata Dadang.

“Dampak pergerakan orang itulah yang lebih banyak menyebabkan penularan. Dan klasternya masih klaster keluarga yang paling dominan,” tambahnya.

Sebelumnya, GTPPC Kota Depok mencatat, sebanyak 2.167 orang harus menjalani isolasi. Angka itu kian bertambah setelah lonjakan 350 kasus pada Minggu 13 Juni 2021.

Dadang menambahkan, selain didominasi oleh tingginya pergerakan orang beberapa hari kebelakang ini, metode baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan untuk mendata kasus positif Covid-19, menjadi penyebab lain peningkatan kasus yang sangat signifikan.

Baca Juga : Waspada, Kasus COVID-19 di Depok Kembali Tinggi

“Berdasarkan pemetaan Kementerian Kesehatan, Kota Depok masuk kategori B untuk mempercepat testing di daerah, yang rapid test antigennya positif, maka dikategorikan positif Covid-19, terutama bagi mereka yang kontak erat,” kata Dadang.

Padahal sebelumnya, lanjut Dadang, pendataan Covid-19 hanya berdasar pada hasil tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR). “Jadi jumlah kasus kemarin memang 350 dan mungkin ada beberapa hari yang lalu yang baru diinput, kita gabungkan baik PCR maupun rapid tes antigen reaktif,” kata Dadang. (ade/*)