COVID-19 Depok Melonjak, Begini Kondisi di RSUD dan Tempat Karantina

Wisma Makara UI adalah salah satu tempat karantina pasien OTG COVID-19 di Depok (Istimewa)
Wisma Makara UI adalah salah satu tempat karantina pasien OTG COVID-19 di Depok (Istimewa)

DEPOK – Pemerintah Kota Depok akui adanya lonjakan tajam kasus COVID-19 di Kota Belimbing ini. Muaranya pada Minggu, 13 Juni 2021, sebanyak 350 kasus ditemukan dalam kurun waktu hanya satu hari.

Angka itu pun dianggap tertinggi dalam kurun waktu tiga bulan ke belakang. Karena sebelum-sebelumnya lonjakan hanya terjadi 100 hingga 150 kasus perharinya.

Baca Juga : Dua Hari, Enam Warga Depok Tewas Akibat COVID

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, alasan lonjakan itu karena masyarakat tidak mematuhi anjuran pemerintah.

“Saat ini memang aktivitas warga tinggi, warga disinyalir saat ini sudah seperti normal. Coba lihat kepadatan lalu lintas, di pusat-pusat keramaian sudah seperti biasa,” kata Dadang kepada wartawan dikutip pada Senin 14 Juni 2021.

Akibat lonjakan kasus tersebut, turut berimbas pada kesibukan pada tempat-tempat perawatan di Kota Depok.

Dua Lokasi Karantina OTG di Depok Penuh

Kepala Tempat Karantina Pasien COVID-19 Depok, Denni Romulo mengaku, Wisma Makara UI dan Pusat Studi Jepang UI, dua tempat isolasi pasien OTG saat ini kondisinya telah penuh. Terkait hal itu, pihaknya pun kini terpaksa menerapkan sistem waiting list atau daftar tunggu.

“Iya, sekarang keterisiannya ini lagi waiting list semua. Untuk yang mendaftar masuk itu sudah full 100 persen,” katanya, Rabu 16 Juni 2021.

Baca Juga : Rumah Sakit Rujukan Pasien COVID-19 di Depok Nyaris Penuh

Denni menyebut, saat ini permintaan tempat karantina telah terjadi peningkatan yang cukup drastis dan itu berasal dari rujukan sejumlah puskesmas di Kota Depok.

“Ini pengirimannya seluruh puskesmas yang ada. Keterisian kamar dari waiting listnya itu sudah full.”

Ranjang RSUD Depok Tinggal 21

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Devi Maryori mengatakan, saat ini ketersediaan tempat tidur Covid-19 di rumah sakit milik pemerintah tersebut sudah sangat minim yakni hanya tinggal 21 tempat tidur.

Baca Juga : Tinggal 21 Tempat Tidur Kosong, Dirut RSUD Depok Minta Masyarakat Waspada

Jumlah tempat tidur kosong tersebut merupakan hasil pengurangan dari total pasien Covid-19 yang dirawat pihaknya sekitar 107 pasien dikurangi penyediaan tempat tidur yang hanya 128 tempat tidur.

“Saat ini Bed Occupancy Ratio (BOR) untuk ruang isolasi 58 persen, sementara ICU 88 persen,” kata Devi kepada wartawan, Kamis 17 Juni 2021. (ade/*)