Clorismen Raup Omzet Miliaran Rupiah

Ahmad (kiri), Raja dan Akbar, ketiga owner Clorismen

MARGONDA-Clorismen, produk kosmetik pria, kini semakin dipercaya konsumennya. Ini diketahui dari omzet pendapatan dari penjualan mereka yang menembus milirian rupiah per bulannya.

Melambung tingginya Clorismen di pasaran berkat kerja keras ketiga ownernya, yakni Raja Prima Ganda (31 tahun), Ahmad Priatna (31 tahun) dan Muhammad Akbar Alatas (31 tahun).

Raja Prima Ganda, salah satu owner Clorismen mengungkapkan, sebelum menapaki kesuksesan seperti saat ini, ia dan kedua rekannya sempat mengalami pasang surutnya dunia usaha dibidang konvensional (offline).

“Saya dari kuliah sudah usaha. Jadi sampai sekarang ijazah belum terpakai. Dulu saya dan Ahmad pernah ternak lele, jualan kardus dan sempat bisnis suplai sayuran ke beberapa supermarket dan rumah makan siap saji. Semua sduah kita coba,” katanya saat mengawali perbincangan dengan awak media pada Kamis (29/8/2019).

Dari sejumlah usaha itu, Raja sempat menekuni bisnis suplai sayuran. Namun usaha yang dirintisnya selama beberapa tahun itu akhirnya kandas ditengah jalan lantaran biaya yang dikeluarkan dengan pemasukan yang didapat tak sebanding.

“Komoditi sayuran itu kan harganya fluktuaktif dan kita pada vendor harganya kontrak, enggak bisa dirubah. Kurang lebih jalan empat tahun bisnis sayuran mau tutup. Akhirnya mulai enggak benar secara kuangan,” ujarnya.

Ditengah kegelisahan itu, Raja pun berpikir keras agar dirinya mampu tetap bertahan meski dalam perjalanannya banyak sayuran yang akhirnya gagal terjual atau retur.

Dari situ, Raja kemudian mencoba mencari peluang agar sayuran sisa tak terjual tadi dapat menghasilkan rupiah dengan cara diolah menjadi bahan baku makanan atau minuman kemasan.

Kala itu ia mencoba peruntungannya setelah berdiskusi dengan seorang kenalan pengusaha asal Medan. “Akhirnya kami diajak ke sebuah pabrik di kawasan Bogor. Nah pas datang kesitu ternyata itu pabrik kosmetik, jadi tidak nyambung. Saya akhirnya sempat bingung juga mau ngapain,” tuturnya.

Saat pulang ke rumah, tiba-tiba Raja teringat dengan Akbar, seorang kawan yang tinggal di Bogor. Akbar mengaku, dirinya berhasil meraup omset yang lumayan dari berjualan lewat internet (online shop).

“Pas saya lihat salah satu produknya ternyata yang memproduksi di tempat yang barusan saya datangi, di Bogor. Terus saya ajakin (Ahmad) kerjasama. Singkat cerita kita bikin produk baru, brand baru. Kita buat kosmetik,” ungkapnya.

Hanya berjalan tak lebih dari satu bulan, Raja dan kedua rekanya berhasil meraup omset sebesar Rp200 juta. Merasa yakin dengan usaha barunya itu, mereka pun akhirnya melepas bisnis suplai sayuran.

“Bisnis sayuran saya sudah hancur-hancuran. Hutang di pasar induk Rp200 juta-an sementara sisa uang saya Rp30 juta. Saya bilang Ahmad, berani enggak sisa duit buat investasi di kosmetik. Kita coba aja. Kita buat brand bareng kita patungan masing-masing Rp16 juta untuk urus izin dan yang lain,” kenangnya.

Dan ternyata usaha mereka pun tak sia-sia. “Tadi niatnya ingin silaturahmi ternyata Allah ngasih jalan lain. Akhirnya keluar produk yang mau kita bikin jalan deh semua alhamdulillah. Nah sayur-sayur saya take over ke pasar induk untuk nutupin hutang Rp200 juta. Jadi semua hutang lunas,” jelasnya.

Terinspirasi Kuli Panggul

Raja membeberkan, salah satu produk keluaran Clorismen yang paling laris adalah sabun batang pembersih wajah khusus kaum pria. Keluarnya produk ini, diakui Raja terinspirasi dari seorang kuli panggul di Pasar Induk, Jakarta Timur.

“Saya lihat ada kuli panggul ngeluarin pembersih wajah dari kantongnya. Saya pikir wah sekelas dia care dengan pembersih wajah. Nah ini jadi penguat kami. Ada peluang disitu. Akhirnya saya bikin produk buat cowok,” ujarnya.

Raja mengaku, produk itu kian laris lantaran di jual secara masif di online shop. Bahkan, ia mengklaim, produk yang dihasilkan Clorismen masuk dalam 10 besar penjualan terbaik versi salah satu online shop terkemuka.

“Online inikan sifatnya private. Nah buat para cowok jadi enggak malu buat beli produk perawatan wajah. Selain sabun pembersih wajah untuk pria kami juga punya body lotion dan kopi. Semua basednya charcoal arang. Alhamdulillah omset kami sebulan Rp 1,5 miliar,” bebernya.

Raja, Akbar dan Ahmad mengaku, dengan perkembangan digital sekarang ini sangat membantu para pengusaha pemula. Pertahunnya bisnis mereka tembus diangka Rp14 miliar dan telah memperkejakan lebih dari 40 karyawan.

“Kita sebenernya diuntungkan dengan majunya dunia digital. Media promosi yang dulu problem sekarang teratasi dengan digital. Sekarang saja kita berhasil menyentuh penjualan ke seluruh Indonesia. Kalau tidak promosi kan gak mungkin dikenal orang. Dengan dunia internet kita lebih mudah untuk promosi,” tegas Raja.(rul)