Cerita Penjual Daun Ketupat Saat PPKM, Jual Berhari-hari, Pembeli Jarang

Edi penjual daun ketupat di Pasar Kemiri Muka. (DepokToday.com)
Edi penjual daun ketupat di Pasar Kemiri Muka. (DepokToday.com)

DEPOK – Besok 20 Juli 2021, hari raya Idul Adha diperingati umat muslim. Dua tahun sudah perayaannya dilakukan dalam suasana prihatin. Bagaimana tidak, hingga kini, pagebluk masih betah menyerang Indonesia.

Ya, dalam kondisi ini, suasana prihatin bisa dirasakan semua orang. Kondisi ini pun dapat terlihat di sejumlah pasar jelang lebaran. Misalnya, penjual daun ketupat di pasar Kemirimuka, Kota Depok.

Salah satu yang paling merasakan, yaitu Edi, pedagang daun kelapa muda yang biasa digunakan sebagai daun ketupat di Pasar Kemiri Muka. Wajah Edi terlihat lesu siang itu. Sebab, dagangannya masih banyak hingga siang. Tahun lalu padahal, 1.500 daun masih bisa terjual.

“Waktu lebaran tahun lalu saya mampu menjual 1.500 cangkang, tapi saat ini sepi,” sebut dia pada Senin 19 Juli 2021.

Dengan penjualan segitu banyak, dia bisa mendapat untung hingga Rp700 ribu dalam sehari.

Baca juga: Martinik Keok dari Haiti, Tapi Pemainnya Cetak Sejarah 1.000 Gol

Namun, kini, dagangannya baru sedikit terjual, padahal dia sudah berjualan berhari-hari. Edi juga sampai harus menurunkan harga satu ikat daun dari yang tadinya Rp15 ribu menjadi Rp10 ribu.

“Sekarang mah udah balik modal udah bersyukur, apalagi penjual cangkang (daun ketupat) sudah banyak tetapi pembelinya yang sedikit,” ucap Edi.

Selain memang masih dalam kondisi pandemi, penyebab utama pembeli jarang ke pasar yaitu, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku saat ini.

“Apalagi sekarang masih PPKM Darurat, pembeli di pasar juga dibatasi, itu yang membuat penurunan pembeli cangkang ketupat yang kita jual,” terang Edi.

Kondisi ini juga berlaku bagi pedagang di pasar lainnya. Misalnya Mastur, pedagang daun ketupat di Pasar Agung. Dia sudah berjualan selama tiga hari. Dari 1.300 daun yang dia bawa, baru terjual 700 daun.

“Kalau sampai malam Idul Adha tidak terjual semua, saya hanya pasrah saja,” kata dia. (lala/*)